Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Usai Dipasung, ODGJ asal Megaluh Dibawa ke RSUD Jombang

Joko Fattah menunjukkan rantai besi yang digunakan untuk memasung Mujib, Jumat (30/9/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Usai dipasung selama beberapa hari, ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) asal Dusun Candi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh, akhirnya dibawa ke RSUD Jombang guna menjalani perawatan. Dia adalah Mujib (62), pria yang mengalami gangguan kejiwaan setelah ditinggal mati istrinya.

“Bapak dibawa ke RSUD Jombang sejak Kamis (29/9/2022) untuk menjalani perawatan medis. Sebelumnya memang dipasung, karena sering menghilang dari rumah. Juga sering merusak barang-barang,” kata anak angkat Mujib, Evin Murjayanti, ketika dikonfirmasi, Jumat (30/9/2022).

Evin Murjayanti mengungkapkan, kondisi ayahnya itu sebelumnya normal. Sebelum mengalami gangguan jiwa, Mujib adalah penjual motor bekas di rumahnya. Petaka itu datang pada 4 tahun lalu. Mujib jatuh. Dia kemudian dirawat di RSUD Jombang selama lima hari. Dokter memvonis Mujib mengalami gangguan saraf.

Kondisi warga Dusun Candi ini semakin parah ketika sang istri meninggal. Mujib terguncang. Dia sering mengamuk tanpa alasan yang jelas. Jika sudah begitu, maka Mujib merusak barang-barang yang ada di dekatnya. “Bahkan, bangunan dapur di belakang rumah juga dihancurkan. Itu berjalan hingga empat tahun,” kata Evin.

Menurut Evin, meski ayah angkatnya itu sering mengamuk, tapi tidak menyerang tetangga. Suatu ketika Evin pernah bertanya kepada Mujib soal seringnya mengamuk. “Katanya seperti ada yang menyuruh. Lalu merusak benda-benda di sekitarnya. Tapi tidak menyerang orang lain. Hanya merusak barang,” ujarnya.

Tantu saja, hal itu membuat pihak keluarga khawatir. Mereka berusaha untuk mencari pengobatan. Namun upaya tersebut terkendala biaya. Mujib masuk kategori keluarga kurang mampu. Mujib tinggal bersama Evin dan suaminya yang jualan nasi goreng keliling. “Kami juga tidak mendapat bantuan dari pemerintah,” kata Evin polos.

Lantas mengapa Mujib dipasung? Evin menjelaskan, keputusan itu dilakukan oleh keluarga pada pekan lalu. Saat itu anak dari Evin opname di rumah sakit. Evin menjaga sang anak di selama rawat inap. Sehingga Mujib tak ada yang mengawasi. Nah, saat itulah Evin mendapat kabar bahwa sang ayah kabur dari rumah.

Pencarian pun dilakukan. Walhasil, Mujib berhasil ditemukan oleh keluarga di Desa Kedungmacan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang atau sekitar 10 kilometer dari rumahnya. Setelah itu, agar tidak kabur lagi, pihak keluarga merantai kaki Mujib di rumah bagian belakang. Namun belenggu itu akhirnya dilepas, Mujib dibawa ke RSUD Jombang.

Bantuan dari Warga

Joko Fattah (kiri) saat menyerahkan bantuan sembako

Kabar tentang kondisi Mujib akhirnya menyebar. Hal itulah yang memantik keprihatinan Joko Fattah Rochim, warga Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang. Fattah kemudian mendatangi rumah keluarga Mujib. Selain bersilaturahmi, kedatangan Fattah untuk memberikan bantuan berupa sembako.

Fatah juga melihat ruang belakang yang digunakan oleh keluarga untuk memasung Mujib. Di ruang itu ada rantai panjang. nah, rantai itulah yang selama ini membelenggu kaki Mujib sebelum dibawa ke rumah sakit. “Kami prihatin dengan kondisi Pak Mujib. Minim perhatian dari pemerintah setempat,” ujar Fattah.

Selain memberikan bantuan berupa sembako, Fattah berusaha membantu biaya perawatan Mujib selama di RSUD Jombang. “Semoga apa yang kami berikan ini bisa meringankan beban keluarga. Kami sangat menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap keluarga Pak Mujib,” ujar Fattah. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar