Jakarta (beritajatim.com) – Uni Eropa (UE) dan UNESCO berikan dukungan liputan berkualitas jelang Pemilu 2024 di Indonesia. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan menyelenggarakan Senior Editors Forum di Jakarta pada 16-17 Oktober 2023.
Forum itu membahas tantangan-tantangan peliputan pemilu yang profesional, termasuk disinformasi, kebebasan editorial, dan keamanan jurnalis.
Hampir 100 peserta dari seluruh Indonesia menghadiri forum ini, termasuk redaktur senior dari media mainstream dan media komunitas, serta perwakilan dari organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan platform media sosial.
Dalam sambutannya, Valerie Julliand, Resident Coordinator PBB di Indonesia, menekankan pentingnya peran media dalam pemilu yang demokratis:
“Melindungi kebebasan berekspresi dan akses terhadap informasi adalah kunci dalam pemilu apa pun. Ketika informasi tersedia secara akurat dan luas, maka pemilu dapat terjaga terus terbuka, adil, dan demokrasi pun tumbuh subur,” terang Julliand.
BACA JUGA:
Upaya Banyuwangi Hingga Geopark Ijen Masuk Jaringan UNESCO
Stéphane Mechati, Kuasa Usaha ad interim Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, mengatakan bahwa Uni Eropa berkomitmen untuk memerangi disinformasi.
“Indonesia adalah mitra penting bagi Uni Eropa dan kami bersatu dalam memerangi disinformasi. Kami memahami bahwa perjuangan ini tidak dapat dilakukan oleh satu negara atau satu aktor saja. Persoalan perlu dihadapi melalui kerjasama, kegiatan berbagi pengetahuan, dan pengembangan strategi yang komprehensif untuk dapat terus melindungi kebebasan arus informasi yang akurat,” kata Mechati.
Forum ini membahas berbagai tren yang sedang mengemuka terkait disinformasi, termasuk pemanfaatan teknologi dan penyusunan narasi yang digunakan untuk menciptakan disinformasi, serta berbagai tantangan seputar sistem hukum.
Peserta juga membahas pentingnya literasi digital dan upaya edukasi bagi para pemilih, serta perlunya pendekatan kolaboratif untuk melakukan monitoring, cek fakta, dan kajian risiko secara bersama-sama.
Hari kedua forum ini dirancang bagi para redaktur senior dengan mengombinasikan diskusi substantif dan lokakarya praktis, untuk mengidentifikasi alat-alat kerja konkret dan pendekatan untuk menjaga independensi editorial, menangkal disinformasi, dan meningkatkan keamanan pekerja media.
BACA JUGA:
Sah, Ijen Geopark Masuk Jaringan UNESCO Global Geopark
Forum ini menekankan pentingnya kolaborasi nasional dan lintas negara di antara media, dan juga antara media dan masyarakat sipil, untuk mendorong inovasi, memperkuat keberlangsungan ekonomi, dan meningkatkan jangkauan kepada publik.
“Meski baru menghabiskan waktu sebentar di Indonesia, saya sudah terkesan dengan keterbukaan media dan masyarakat sipil untuk bekerjasama antara satu sama lain dan membentuk koalisi demi meraih tujuan bersama,” kata Maki Katsuno-Hayashikawa, Direktur UNESCO Jakarta.
Senior Editors Forum ini diselenggarakan bersama oleh Kantor Multisektoral Regional UNESCO di Jakarta dan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bekerjasama dengan Dewan Pers Indonesia, sebagai bagian dari dukungan secara berkelanjutan kepada masyarakat sipil dan sektor media di Indonesia. [beq]






