Bojonegoro (beritajatim.com) – Tugu silat yang berdiri di atas tanah negara maupun fasilitas umum mulai dibongkar. Pembongkaran tugu dari berbagai organisasi perguruan pencak silat itu dilakukan secara suka rela oleh masing-masing anggota.
Sedikitnya ada tujuh tugu pencak silat di Kabupaten Bojonegoro yang sudah dibongkar. Selain dibongkar, tugu tersebut juga ada yang diubah fungsi sebagai tugu persatuan atau tugu Pancasila. Tujuh tugu yang dibongkar itu tersebar di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Budi Santoso mengatakan, hingga Jumat (18/08/2023) kemarin tercatat di Kabupaten Bojonegoro sudah ada tujuh tugu perguruan silat yang dibongkar maupun di ubah menjadi tugu persatuan (pancasila). “Kami mengapresiasi atas inisiasi pembongkaran tugu secara suka rela yang dilakukan oleh jajaran pengurus pencak silat,” ujarnya, Sabtu (19/08/2023).
Terakhir pembongkaran tugu dilakukan oleh Pengurus Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa cabang Bojonegoro, kemarin. Pembongkaran tugu dilakukan di Desa/Kecamatan Kedungadem. Pihaknya berharap, pembongkaran secara suka rela yang dilakukan Pagar Nusa bisa menjadi contoh bagi organisasi pencak silat yang lain untuk menertibkan tugunya masing-masing.
“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada ketua cabang dan seluruh anggota Pagar Nusa Bojonegoro, yang telah berinisiatif sendiri melakukan penertiban tugu di wilayah Kabupaten Bojonegoro, semoga bisa menjadi contoh bagi para ketua perguruan silat yang lain untuk menertibkan tugunya masing-masing,” ujar Budi.
Sementara, Ketua Cabang Pagar Nusa Bojonegoro Bisri Choiron menjelaskan, pembongkaran tugu tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bakesbangpol Pemprov Jatim dan Bakesbangpol Bojonegoro serta sosialisasi dari Polres Bojonegoro untuk dilakukan penertiban tugu pencak silat.
“Hari ini kita laksanakan pembongkaran tugu sebagaimana himbauan dari Bakesbangpol Jatim melalui Bakesbangpol Bojonegoro juga sosialisasi dari Polres Bojonegoro, dan langsung kami laksanakan,” kata Kyai Bisri.
Menurutnya, hingga saat ini sudah ada dua tugu Pagar Nusa di Kabupaten Bojonegoro yang dibongkar. Satu tugu di Kecamatan Malo dan satu lagi di Kecamatan Kedungadem.
“Semoga dengan dilaksanakannya pembongkaran tugu ini dapat menginspirasi seluruh pendekar Pagar Nusa di PAC masing-masing untuk segera dibongkar, dan umumnya juga bagi seluruh pegiat pencak silat di Bojonegoro agar juga melakukan hal yang serupa, ” Pungkasnya.
Sekedar diketahui, pembongkaran tugu yang berada di Desa/Kecamatan Kedungadem itu dikawal oleh Polres Bojonegoro dan disaksikan langsung oleh Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Bojonegoro, perwakilan Bakesbangpol, Jajaran Forpimca Kedungadem dan sejumlah pendekar Pagar Nusa.
Adapun rincian tugu yang sudah dilakukan penertiban di Kabupaten Bojonegoro yakni di Kecamatan Kota Bojonegoro ada 2 (1 tugu RASA dan 1 tugu PSHT di ubah jadi tugu pancasila), di Kecamatan Gondang 1 tugu IKSPI (dibongkar) di Kecamatan Kasiman 1 tugu PSHT (diubah tugu pancasila).
Kemudian di Kecamatan Trucuk 1 tugu PSHT (diubah tugu Pancasila). Selanjutnya, Kecamatan Malo 1 tugu Pagar Nusa (dibongkar) dan di Kecamatan Kedungadem 1 tugu Pagar Nusa (dibongkar). [lus/kun]
BACA JUGA: 6 Tugu Silat Kabupaten Pasuruan Tak Dibongkar, Ini Alasannya






