Pasuruan (beritajatim.com) – Tim Koordinasi Pembinaan Pengawasan Makanan dan Minuman (TKP2MM) melakukan sidak produk makanan dan minuman. Ada sekitar 6 toko swalayan yang didatangi oleh TKP2MM ini.
Diketahui TKP2MM ini terdiri dari beberapa dinas di antaranya yakni Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas UMKM, dan Satpol PP Kota Pasuruan. Dari hasil sidak ditemukan kurang lebih 80 produk yang diduga tidak terjamin keamanannya untuk dikonsumsi.
Makanan tersebut terdiri dari sambal, keripik, buah, roti, tepung, hingga susu, dan berbagai minuman kaleng. “Pemilik toko langsung kita lakukan pembinaan agar produk dipisahkan dan tidak dijual,” ujar Neli Marida, anggota Sub Koordinasi Kefarmasian Alat Kesehatan dan Perbekalan Dinkes Kota Pasuruan.
Neli menambahkan bahwa sebagian besar produk yang ditemukan tidak layak konsumsi. Salah satunya yakni kondisi kemasan yang rusak. Banyak pula produk yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa hingga PIRT.
https://beritajatim.com/ragam/jangan-salah-ini-cara-hitung-thr-yang-benar/
Bahkan terdapat empat kardus yang berisi wafer yang sudah memasuki kedaluwarsa. Namun pihak toko swalayan masih menjual produk tersebut.
“Beberapa temuan di antaranya kemasannya yang rusak dan label dari makanan tersebut tidak lengkap. Seperti tidak ada izin produksi dan tidak mencantumkan kadaluarsa,” ungkapnya.
Neli juga menjelaskan bahwa adanya operasi ini guna menjamin seluruh makanan dan minuman yang dijual. Agar masyarakat Kota Pasuruan bisa merayakan bulan ramadhan dan menunaikan Idul Fitri aman untuk dikonsumsi. [ada/but]






