Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah daerah di Kabupaten Banyuwangi dilanda kekeringan. Tercatat, lima kecamatan merasakan dampak kekeringan cukup parah yaitu Tegaldlimo, Bangorejo, Genteng, Glagah, dan Wongsorejo.
Warga di lima kecamatan tersebut saat ini kekurangan air bersih untuk keperluan mandi, masak dandan minum. Akibatnya, mereka kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PUDAM Banyuwangi merespon keluhan warga tersebut. Melalui dua instansi itu, mereka mulai mendistribusikan air bersih ke daerah terdampak.
Meski demikian, menurut Kepala BPBD Banyuwangi Danang Hartanto, langkah itu merupakan solusi jangan pendek bagi warga. Ke depan, pihaknya memiliki gagasan untuk mencari solusi jangka panjang.
BACA JUGA:
Dampak Kemarau, Banyuwangi Mulai Krisis Air Bersih
Hingga kini, Pemkab Banyuwangi juga mengupayakan solusi untuk mengatasi kekeringan setiap kemarau. Salah satu caranya dengan menggali sumber-sumber air baru dan memperbaiki infrastruktur pengairan yang ada.
“Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kondisi krisis air bersih setiap kemarau, terlebih saat kemarau ekstrem,” kata Danang.
Di sisi lain, BPBD Banyuwangi juga mengencarkan edukasi dan kampanye pengelolaan air yang baik. Edukasi itu diharapkan akan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sumber daya air di saat kondisi terbatas.
“Karena air adalah aset berharap yang harus dijaga bersama. Semua punya tanggung jawab untuk menggunakan air dengan bijak untuk masa depan,” katanya.
BACA JUGA:
Jadi yang Terbaik, Desa di Banyuwangi Ini dapat Dana Desa Tambahan Lebih Besar dari Kemenkeu
Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk berperan aktif atasi dampak El Nino. Pasalnya, fenomena ini yang kini menyebabkan panas dan kemarau berkepanjangan.
“Selain dropping air bersih, dinas juga terus memantau debit air di dam bendungan agar suplai air irigasi termenej (terkelola-red) dengan baik. Dinas Pertanian juga terus memantau ketersediaan pangan, khususnya beras,” pungkas Ipuk. [rin/beq]






