Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tawuran Bocil di Surabaya, Polisi Periksa 10 Anak, 2 Jadi Tersangka

foto/ilustrasi pengeroyokan

Surabaya (beritajatim.com) – Usai bentrok tak seimbang dan satu korban kritis, kepolisian akhirnya menetapkan dua tersangka. Keduanya juga masih anak bawah umur.

Iptu Riskika Kanit Polsek Asemrowo menjelaskan, penetapan dua tersangka ini usai petugas mengamankan dan memeriksa 10 anak.

Hanya saja, dari pemeriksaan awal, petugas sudah menetapkan dua tersangka. “Benar kita sudah periksa dan masih pengembangan. Rencana malam ini mau kita amankan kembali pelaku lain,” jelasnya kepada beritajatim.com, Senin (8/2/2021).

Riskika menjelaskan, dirinya masih melakukan pengembangan sehingga tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain. Terkait identitas dari pelaku sendiri, belum bisa diberikan penjelasan secara detail.

Hanya saja, pihaknya berjanji akan memberikan data untuk publik akan adanya pengeroyokan yang berawal dari caci maki di sosial media. “Malam ini kita akan melakukan penangkapan. Bahkan akan kita rilis malam ini juga,” cetusnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bentrok antar remaja baru gede kembali terjadi di Surabaya, pada dini hari. Bentrok yang tak seimbang ini pun membuat seorang anak menjadi korban dan mengalami luka parah dan kini dalam kondisi kritis.

Kanit Reskrim Polsek Asemrowo, Surabaya, Iptu Riskika menjelaskan kejadian tersebut maaih dalam penyelidikan petugas. Dalam aksi pengeroyokan yang ada korban mengalami luka parah di bagian badan dan juga kepalanya.

“Korban mengalami luka dan mendapatkan perawatan di RS BDH dan akan dirujuk ke RSU dr Soetomo,” jelasnya kepada beritajatim.com, Minggu (7/2/2021).

Riskika menjelaskan pengeroyokan ini terjadi karena kedua kelompok bertemu di sosial media. Pertemuan yang tak akur dan saling menantang ini pun berlanjut pada pertemuan di Jalan Dupak Rukun depan pasar loak baru, Surabaya. Korban bersama tiga temannya mencoba mengecek lokasi dan ternyata korban dan temannya audah di tunggu swkitar 20 orang.

Meaki kalah jumlah, korban dan rekannya tak mau lari. Mereka justru melakukan olok-olokan dan tarik ulur untuk beradu kekuatan. Sampai akhirnya karena korban yang tak lari ini di keroyok & di bacok. Tak berdaya dan tak mampu melawan, korban pun mengalami luka bacok di kepala belakang,  tangan kanan sobek, dan bahkan kaki kanan patah.

“Sampai akhirnya atas kejadian ini lalu korban di bawa oleh temannya yang sempat lari ke RS. BDH dan berikutnya memberitahukan kejadian tersebut kepada ibu korban. Inisial korban MDS (16),” lanjutnya.

Kini kasus ini masih dalam penyelidikan dan petugas mencari pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kasus kita dalami doakan segera terungkap,” tandasnya.(man/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar