Jombang (beritajatim.com) – Takbir keliling dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri
1444 H dilakukan dengan cara berbeda oleh warga Desa Kayangan Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Jumat (21/4/2023) malam.
Dalam takbir tersebut, warga mengarak dua gunungan berisi sayur mayur. Takbir keliling tersebut dilakukan oleh jemaah Musala Nurus Salam Desa Kayangan. Dua gunungan besar tersebut diarak keliling desa.
Satu gunungan berisi sayur mayur dan buah-buahan. Satu gunungan lagi berisi jajanan pasar dan makanan ringan. Gunungan sayur untuk diperebutkan para jamaah berusia dewasa. Sedangkan gunungan berisi jajanan diperuntukkan bagi anak-anak kecil.
BACA JUGA:
Ikut Takbir Keliling, Bupati Kediri Takjub Lihat Semangat Anak-anak
Walhasil, acara berlangsung semarak. Semua diliputi kegembiraan. Semua bersuka cita menyambut datangnya hari kemenangan. “Sayur mayur dan buah-buahan diakui dibeli dari Pasar Pare Kediri, kemarin. Kalau jajan itu dibeli dari Pak Masrukhin, jamaah sini yang juga jualan di Pasar Cukir,” ujar Heru Biyanto, koordinator panitia.
Ditemui di lokasi acara, sekretaris takmir Mushola Nurus Salam Ali Masyharuddin mengakui biaya murni dari sumbangan jamaah. Baik yang menyumbang berupa uang maupun sayuran dan buah-buahan. “Termasuk dua kendaraan pengangkut dua gunungan itu, murni sumbangan dari jamah,” ucapnya.
Dia bersyukur karena pada tahun kemarin hanya baru bisa membuat satu gunungan. “Alhamdulillah, tahun ini bisa membuat dua gunungan, berarti ada peningkatan,” ujarnya.
Diakui bahwa kegiatan ini sebagai bentuk syukur kepada Allah atas segala nikmat yang sudah diberikan ke Desa Kayangan. Terutama para jamaah musala. Dia menambahkan, para jamaah antusias karena sudah bisa beraktivitas normal kembali.
BACA JUGA:
RSUD Jombang Tambah Tempat Tidur saat Libur Lebaran
Tidak seperti tiga kali Lebaran sebelumnya yang dibatasi karena masa pandemi Covid-19. “Bahkan nanti kegiatan akan ditutup dengan makan bersama para jamaah, menu seadanya,” ucapnya.
Hal senada diungkapkan panitia lainnya, Mukani. Sesuai edaran dari Kepala Desa Kayangan, kedua gunungan itu diarak keliling desa. “Start dan finish di lapangan balai desa. Darak bersama rombongan musala dan masjid lainnya se-desa Kayangan,” ujarnya.
Pria yang juga dosen STAI Darussalam Nganjuk ini menuturkan, isi kedua gunungan akan diberikan kepada para pengunjung. “Setelah diarak, dibacakan doa dulu di depan musala sini. Baru kedua gunungan diperebutkan para pengunjung,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Jelang Lebaran, Mobil Warga Jombang Digondol Maling
Diakui bahwa gotong royong jamaah musala Nurus Salam sangat kuat. Tidak hanya biaya yang mandiri. Tapi juga pengerjaannya hingga jadi dua gunungan. Semua gotong royong, baik bapak-bapak, ibu-ibu maupun remajanya.
Bapak dua putra ini menambahkan, momentum takbir keliling dengan mengarak dua gunungan ini untuk mempererat tali silaturahim. “Sekaligus syukuran karena Covid-19 sudah hilang, sehingga kita bisa takbiran keliling lagi dan menyambut Lebaran dengan meriah,” pungkasnya. [suf/ted]






