Peristiwa

Selamatkan Situs Sekaran, Jalur Tol Malang-Pandaan Bakal Diubah

Malang (beritajatim.com) – Penemuan situs Sekaran di kilometer 37 atau seksi lima proyek pembangunan tol Malang-Pandaan di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang bakal mengubah jalur tol dari yang sudah direncanakan di awal. PT Jasamarga Pandaan-Malang juga mengisyaratkan jalur bakal digeser.

General Manager Teknik PT Jasa Marga, M Jajuli mengatakan, demi menyelematkan cagar budaya pihaknya bersedia mengubah jalan tol atau menggeser ke arah timur. Langkah awal demi penyelamatan situs pihaknya sudah menghentikan proses pembangunan kontruksi di area situs.

“Jika memang ini benar situs purbakala jalan tol akan kita geser kita ubah. Masih memungkinkan diubah, kita juga terkendala pembebasan 50 lahan yang tinggal eksekusi,” kata Jajuli, Rabu (13/3/2019).

Jajuli mengungkapkan seksi terakhir saat ini masih terkendala pembebasan lahan di wilayah Madyopuro yang bakal menjadi area Exit Tol Malang-Pandaan. Awalnya ditargetkan rampung pada Juli namun mundur hingga akhir tahun nanti.

“Jadi tidak masalah pembangunan kontruksi dihentikan sementara. Pekerja kita alihkan ke area lain terlebih dahulu. Ini juga untuk memudahkan proses eskavasi dari BPCB Trowulan,” papar Jajuli.

Sementara itu, lokasi penemuan situs terletak di 30 meter dari garis tengah jalan. Rencananya jika di ubah, jalan tol bakal digeser 10 meter ke arah timur atau digeser ke arah sungai. Jika benar diubah nantinya jalan tol bakal lurus dengan jembatan di area Cemorokandang.

“Tapi kita menunggu rekomendasi BPCB. Bisa digeser ke arah sungai nantinya jalan tol bakal lurus dengan jembatan. Antisipasi kemiringan sungai nanti ada perkuatan dinding penahan tanah semacam turap,” tandasnya. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar