Magetan (beritajatim.com) – Ratusan atau tepatnya 350 warga Kelurahan Sarangan dan Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, naik ke Gunung Lawu untuk membuat ilaran, Rabu (18/10/2023) pagi.
Api yang membakar kawasan Petak 73 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sarangan masuk Desa Getasanyar, Sidorejo, Magetan sudah mencapai dekat Pos 2 Cemoro Telo. Ilaran yang dibaut warga dan petugas gabungan diharapkan bisa menghalau api.
Edi Susilo, salah satu warga Desa Ngancar mengatakan, dirinya da ratusan warga yang lain naik untuk membuat ilaran guna menghalau api.
“Api katanya sudah masuk pos 2 Cemoro Telo, kami naik untuk membuat ilaran. Ya bawa sabit dan peralatan seadanya. Katanya warga Sarangan juga naik untuk bikin ilaran,” kata Edi, Rabu (18/10/2023).
Ratusan warga itu bakal dibagi di tiga lokasi, yakni di kawasan sumber air, pos satu dan pos 2. Sumber air bakal diamankan terlebih dulu agar kejadian seperti tahun 2015 tidak sampai terjadi.
“Utamanya kami mengamankan sumber air dan kami hanya mampu membuat ilaran jika terbakar. Kami tidak bisa jangkau lokasi kebakaran karena kendala medan,” kata Agus Suwandono.
BACA JUGA:
Kebakaran Hutan Gunung Lawu di Magetan Mengarah ke Utara dan Timur
Diketahui, jarak dari pos Cemoro Sewu hingga ilaran mencapai empat kilometer dan hanya bisa ditempuh jalan kaki.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran hutan di Gunung Lawu masuk Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sarangan kini mengarah ke utara dan timur pada Selasa (17/10/2023)sore. Petugas saat ini hanya bisa melakukan pemantauan dari Cemoro Sewu Desa Ngancar Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan.
Tapi masih belum bisa dikendalikan karena terkendala medan yang sulit. Petugas hanya bisa melakukan pemantauan dan membuat ilaran. Sejumlah petugas sudah naik pada Selasa siang dan saat ini masih masih melakukan rapat lebih lanjut untuk penanggulangan karhutla Gunung Lawu
Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan Windu Prasitama mengatakan bahwa menurut pantauan dari wilayah bawah api sedang menuju ke utara dan ke arah timur angin masih bertiup kencang sehingga kebakaran terus meluas
“Kami masih melakukan pemantauan dan membuat ilaran karena lokasi kebakaran sulit dijangkau oleh petugas api mengarah ke utara dan timur yang ke selatan juga ada namun tidak terlalu besar,” kata Windu.
BACA JUGA:
Titik Api Muncul Lagi di Gunung Lawu Magetan, Bakar Sabana
Mayoritas tanaman yang terbakar selain Sabana adalah Rimba campur yang merupakan pohon eukaliptus kristania dan lain sebagainya.
Kebakaran masih berada di petak 73 RPH Sarangan masuk desa Getas Anyar Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan. luasan petak 73 tersebut mencapai sekitar 1.000 hektar yang terletak di dua RPH sekaligus yakni Sarangan dan Bedagung.
Windu mengatakan pihaknya bersama petugas gabungan dibantu warga setempat bakal membuat ilaran sekaligus menyiapkan pipa dari sumber air untuk digunakan memadamkan api jika sudah mendekat ke jalur ilaran.
“Ada banyak pipa warga yang bisa dijangkau dan bisa digunakan untuk memadamkan api jika api mendekat ke jalur ilaran karenanya ilaran dibuat di dekat pipa warga tersebut pengalaman dari tahun 2015 pipa warga tak terselamatkan namun kini Kami mencoba menggunakannya untuk memadamkan api,” lanjut Windu.
Hingga saat ini belum diketahui luasan hutan rimba campur yang terbakar. Data terakhir menurut BPBD Jawa Timur hutan yang rusak terbakar di wilayah Magetan mencapai 700 hektar. [fiq/suf]






