Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Polrestabes Surabaya Selidiki Dugaan Penggelapan Dana Masjid Al Islah di Kenjeran

Masjid Al Islah di Kenjeran Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya menerima laporan dugaan penggelapan dana pembangunan masjid Al Islah di Jalan Kenjeran 276 oleh mantan ketua takmir dan ketua pembangunan Wahid Ansori (50). Menyikapi laporan itu, Polrestabes Surabaya melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi guna melengkapi penyelidikan.

Hal tersebut disampaikan langsung olek Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana. Lewat teleponnya, Mirzal mengakui telah menerima laporan dan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dengan mintai keterangan interogasi para saksi terkait dan bila alat bukti cukup akan dinaikkan penyidikan,” ujar Mirzal, Selasa (22/02/2022).

Sementara itu, Dodit selaku juru bicara pelapor kasus penggelapan dana pembangunan masjid Al Islah, membenarkan pemanggilan oleh pihak Polrestabes Surabaya. Ia berharap agar kasus ini cepat terselesaikan.

“Sudah dipanggil kemarin pelapor untuk menunjukan bukti dan memberi keterangan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan Beritajatim, usai melaporkan Wahid Ansori (50) mantan ketua takmir dan ketua pembangunan masjid Al Islah di Jalan Kenjeran 276 Surabaya, satu persatu keganjilan aliran dana pembangunan masjid tersebut diungkap oleh para panitia. Kayik (42) salah satu petugas penggalangan dana di jalan menyebutkan, ia pernah disuruh mengantarkan aset masjid untuk diantarkan ke rumah mertua Wahid di lamongan hingga tiga kali.

Ditemui Beritajatim pada Sabtu (19/02/2022) malam, pria yang bekerja di bengkel mobil tersebut menjelaskan, ia memang pernah mengantarkan beberapa barang milik masjid seperti genteng dan kayu ke kampung halaman istri terlapor di Desa Turi Lamongan.

“Tahun 2018 itu, saya diminta mengantarkan genteng dan kayu bekas bongkaran masjid ke rumahnya di Lamongan, itu sama Pak Wachid dan istrinya menggunakan mobil operasional masjid. Dan saya dikasih upah Rp 150 ribu yang diambil dari kas masjid,” ujarnya membuka percakapan. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar