Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Polisi Selidiki Penyebab Ambrolnya Jembatan, 6 Pekerja Diperiksa

Dua alat berat sedang menggali material pondasi jembatan yang ambrol, Kamis (16/12/2021). (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pembangunan jembatan di Desa Grogol Kecamatan Sawoo, yang ambrol pada Kamis (16/12) pagi kemarin, ternyata masuk dalam daftar pantauan polisi sejak bulan lalu. Sebab, pondasi jembatan itu sudah pernah diterjang banjir saat hujan deras melanda beberapa waktu yang lalu.

Kondisi pondasi jembatan lantas ambrol lagi. Malah kali ini memakan 2 orang yang saat itu bekerja mengenam besi.

“Pasca kejadian kemarin, langsung kita turunkan tim penyidik untuk mendalami apa penyebab ambrolnya pondasi jembatan ini,” kata Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus, Jumat (17/12/2021).

Jeifson menyebut pihaknya juga sudah memintai keterangan para pekerja yang selamat dalam insiden ambrolnya pondasi jembatan itu. Salah satu pekerja adalah pengawas dari rekanan yang membangun jembatan yang menghubungkan dusun Mingging dan dusun Mijil tersebut.

“Ada 6 pekerja yang sudah kita mintai keterangan. Sementara mereka statusnya masih sebagai saksi,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Batu itu.

Belakangan beredar rumor bahwa operator alat berat yang saat kejadian sedang mengeruk tanah di dasar sungi bukan petugas aslinya, Jeifson menyebut pihaknya masih mendalaminya. Sebab dari 6 pekerja yang sudah dimintai keterangan itu, salah satunya juga operator alat berat saat terjadi ambrolnya pondasi jembatan.

“Kita juga menunggu keterangan saksi ahli terkait penyebab ambrolnya pondasi jembatannya. Semuanya kita dalami secara teliti,” pungkasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan jembatan yang berada di Desa Grogol Kecamatan Sawoo Ponorogo memakan korban. Pondasi jembatan yang belum kering itu tiba-tiba pada Kamis (16/12) pagi ambrol. Alhasil ada dua pekerja yang tertimbun oleh reruntuhan pondasi yang ambrol. Dua korban yang meninggal tertimbun adalah Edy Karen Suwardi (50), warga Kelurahan Paju Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Sementara korban satunya Sumali (35) warga Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo.

Kapolsek Sawoo AKP Joko Suseno menceritakan kronologis musibah itu terjadi. Kejadian berawal saat kedua korban pada Kamis (16/12) sekitar pukul 09.00 WIB sedang bekerja mengenam atau merakit besi yang berada di bawah pondasi jembatan. Nah saat proses mengenam itulah, tiba-tiba pondasi jembatan yang ada diatas ambrol. Sehingga mengakibatkan kedua korban tertimbun material longsoran pondasi jembatan.

“Saat kejadian di bawah sungai ada 4 pekerjapekerja dan satu operator alat berat. Mereka baru selesai sarapan dan kerja lagi. Dua pekerja dan satu operator alat berat bisa menyelamatkan diri, sedangkan dua pekerja yakni yang bernama Edy dan Sumali tertimpa reruntuhan pondasi jembatan yang ambrol,” kata AKP Joko Suseno. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar