Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, mendistribusikan sebanyak 445 ribu liter air bersih gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan di Pamekasan.
Jumlah tersebut merupakan bantuan yang didistribusikan organisasi kemanusiaan dalam sebulan terakhir, terhitung sejak Agustus hingga akhir September 2023.
“Hingga saat ini, total air bersih yang sudah kita distribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan di Pamekasan, sebanyak 445 ribu liter,” kata Kepala Markas PMI Pamekasan, Hairul Saleh, Jum’at (29/9/2023).
Pendistribusian air bersih gratis tersebut, disebar di lima kecamatan dari total 11 kecamatan berbeda di Pamekasan, yang dinyatakan terdampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini.
Baca Juga: PMI Pamekasan Distribusikan Air Bersih Gratis di Pesantren
“Proses pendistribusian air bersih ini kita lakukan secara bertahap, bahkan dalam satu hari kita mendistribusikan air bersih 4 hingga 5 kali pengiriman,” ungkapnya.
Berdasar schedule yang ditetapkan, memprioritaskan pengiriman air bersih gratis disebar di 5 (lima) kecamatan berbeda di Pamekasan. Meliputi kecamatan Galis, Larangan, Pademawu, Palengaan dan Tlanakan,” jelasnya.
“Memang titik sasaran tahun ini memang relatif lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan keterbatasan armada tangki yang tersedia. Namun yang pasti, titik sebaran lebih luas,” sambung pria yang juga tercatat sebagai Sekretaris PMI Pamekasan.
Pada awalnya, pihaknya hanya menyasar empat kecamatan berbeda sebagai prioritas pengiriman air bersih. Hanya saja terdapat permintaan yang terbilang mendesak, dan akhirnya menambah titik sasaran, salah satunya di Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar.
Baca Juga: PMI Pamekasan: Pelayanan Bersifat Mendesak Jadi Prioritas
“Tidak kalah penting, proses pendistribusian air bersih ini juga kita bagikan kepada masyarakat secara cuma-cuma alias gratis. Serta didistribusikan di titik tandon milik publik dan bukan perorangan,” tegasnya.
Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, terdapat sebanyak 321 dusun di 77 desa yang tersebar di 11 kecamatan berbeda di Pamekasan, dinyatakan sebagai titik kekeringan akibat kemarau tahun ini.
Sementara hanya terdapat 2 (dua) kecamatan berbeda di Pamekasan, dinyatakan bebas dari kekeringan. Kedua kecamatan tersebut masing-masing kecamatan Pakong, dan Kecamatan Pamekasan. [pin/ted]






