Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 5 Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Lamongan yang terdampak banjir menerima bantuan 1 ton benih padi.
Bantuan dari BSIP (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian) Jawa Timur itu diserahkan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Moch. Wahyudi, kepada 5 Poktan, di Ruang Kerja Pendopo Lamongan, Selasa (28/2/2023).
Bantuan benih padi 1 ton berupa varietas Cakra Buana dan Inpari 32 itu merupakan hasil audiensi yang dilakukan oleh Pemkab Lamongan dengan BSIP Jatim, pada Jumat (24/2/2023) lalu.
Adapun 5 Poktan yang menerima bantuan benih padi itu tersebar di 3 kecamatan. Terdiri dari Kecamatan Karanggeneng, Kalitengah, dan Laren, yang terdampak banjir.
Bantuan itu terdiri dari 800 kg benih padi Inpari 32 untuk Poktan Upoyo Bogo II Desa Tracal, Poktan Rame Gawe IV Desa Prijekngablak, Poktan Pangulir Budi Desa Durikulon dan Poktan Sidodadi Desa Pelangwot. Lalu 200 kg benih padi Cakra Buana kepada Poktan Sumber Bahagia Desa Butungan.
“Ini merupakan tindak lanjut dari audiensi kami kemarin, dengan BSIP Jatim juga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan. BSIP Jatim memberikan bantuan berupa 1 ton benih beras varietas Cakra Buana dan Inpari 32 untuk dapat dikembangkan dan berkontribusi dalam peningkatan produksi beras di Kabupaten Lamongan,” ujar Bupati Yuhronur.
“Oleh Pemkab Lamongan, bantuan ini dipilih mana yang sekirannya sangat membutuhkan untuk diprioritaskan, dan akhirnya kami serahkan hari ini untuk 5 kelompok tani di 3 kecamatan yang terdampak banjir,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-lamongan”]
Selain memberikan bantuan benih padi, sambung Bupati Yuhronur, pihaknya juga telah menyampaikan harapannya untuk dapat bekerjasama terkait pendampingan bagi petani Lamongan. Mulai dari budidaya untuk peningkatan produksi pertanian hingga pasca panen.
“Sudah kami sampaikan juga terkait berbagai program seperti Tersapu Jagat (Ternak Sapi Usaha Jagung Meningkatkan), juga hal-hal yang diharapkan untuk dapat dikerjasamakan dengan BSIP Jatim. Alhamdulillah, kemarin direncanakan akan ditempatkan program LKP (Layanan Konsultasi Padi) di Lamongan, yang nantinya difokuskan pada pengujian pupuk,” terangnya.
Lebih lanjut, Bupati Yuhronur berharap, penyaluran bantuan benih padi tersebut akan benar-benar dapat memberikan manfaat. Utamanya bagi kelompok-kelompok tani di Kabupaten Lamongan.
“Semoga benih padi ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Tidak banyak memang. Tapi harapannya dapat membantu mendorong peningkatan dan menjaga eksistensi Lamongan sebagai penyumbang terbesar produksi padi di Jawa Timur,” pungkasnya. [riq/but]






