Peristiwa

Peringatan! Warga Bojonegoro yang Bakar Sampah Bisa Kena Pidana

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro sedang melakukan pemadaman rumpun bambu yang terbakar

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sejak lama mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 15 tahun 2015. Dalam perturan tersebut, salah satu bunyi pasal, yakni dalam Pasal 18 menyebut adanya larangan membakar sampah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, sesuai dengan Perda nomor 15 tahun 2015, bagi warga Bojonegoro yang kedapatan membakar sampah bisa dikenai sanksi pidana kurungan tiga bulan dan denda maksimal Rp50 juta.

“Sehingga selain membakar sampah itu kena sanksi pidana, sebenarnya juga berdampak pada kerusakan lingkungan atau disebut efek rumah kaca,” ujarnya, Kamis (10/9/2020).

Sebelumnya, Damkar juga telah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran di musim kemarau. Surat edaran tersebut diberikn melalui pemerintahan desa, kecamatan hingga kelompok masyarakat yang dianggap bisa menyebarluaskan imbauan tersebut.

Karena, menurut Gunawan, pemicu terjadinya kebakaran saat musim kemarau lebih rentan terjadi. Pemicu yang sering terjadi diantaranya dari aktifitas rumah tangga. Misalnya lupa mematikan kompor gas usai digunakan memasak, membiarkan anak-anak bermain sumber api, instalasi listrik dan dari pembakaran sampah.

Salah satu contoh kasus kebakaran yang terjadi belakangan adalah rumpun bambu milik Ashari (64) Warga Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Kebakaran tersebut berasal dari pembakaran sampah daun kering yang kemudian menjalar ke rumpun bambu. Karena lokasi berdekatan dengan permukiman sehingga membahayakan. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar