Peristiwa

Penyebab Paus Terdampar di Pantai Modung Bangkalan 1 Bulan Lagi

Bangkai Paus yang terdampar di Pantai Modung diambil sampel, Sabtu (20/2/2021). Foto Humas KLH

Surabaya (beritajatim.com) – Balai Besar KSDA Jawa Timur dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjuk laboratorium forensik satwa liar Universitas Airlangga untuk melakukan analisis terhadap sample bagian paus yang sudah diambil.

Sejumlah sample bagian tubuh langsung dibawa ke laboratorium pada Jumat malam, 19 Februari 2021 dengan dilengkapi dokumen-dokumen penyerta untuk pengangkutan bagian tubuh satwa dilindungi.

drh. Bilkis selaku ketua tim laboratorium Unair menyampaikan hasil analisis paling cepat akan diketahui dalam waktu 1 bulan, karena cukup banyak parameter yang harus dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Sementara untuk penanganan paus terdampar berlanjut pada Sabtu pagi (19/02), penguburan bangkai dilaksanakan setelah kegiatan menghalau paus yang hidup kembali ke laut lepas, evakuasi bangkai ke tepi, pengambilan sampel tubuh dan nekropsi.

Kegiatan penguburan dimulai pada pukul 06.00 WIB pada saat air laut surut. Lokasi penguburan dilakukan di pantai yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Penggalian menggunakan eskavator dengan kedalaman 5-7 meter.

Dikarenakan tempat berkumpulnya bangkai agak terpisah, lokasi penguburan ditentukan pada 3 titik lokasi, lokasi A sebanyak 25 ekor, lokasi B sebanyak 21, lokasi C sebanyak 1 ekor.

Total sebanyak 47 ekor dari 51 ekor yg mati (4 ekor bangkai belum ditemukan). Terhadap 4 ekor yang belum ditemukan tersebut, tim terpadu akan terus berusaha melakukan pencarian, Dinas PU Provinsi Jawa Timur masih menyiagakan 1 unit eskavatornya untuk penggalian apabila ke 4 bangkai tersebut ditemukan.

Terhadap 1 ekor yg masih hidup, Balai Besar KSDA Jawa Timur menurunkan 1 armada perahu untuk terus memantau pergerakan ke laut lepas, kegiatan ini dilaksanakan bersama Jakarta Animal Aid Network (JAAN) untuk beberapa waktu ke depan.

RM. Wiwied Widodo, Koordinator Tim penanganan paus terdampar mengatakan, persiapan lokasi dengan melakukan penggalian sedalam 5 sd 7 meter memanjang telah disepakati oleh BBKSDA Jatim, PU, Dinas kelautan Prov. Jatim dan TNI – Polri.

“Kedalaman tersebut diperkirakan dapat meminimalisir terjadinya pengikisan pasir timbunan lubang kubur paus,” kata Wiwid seperti dikutip dari Humas Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Minggu (21/2/2021).

RM. Wiewied Widodo menambahkan sesuai petunjuk tim dokter hewan dilakukan pengeluaran potensi gas dalam tubuh bangkai agar tidak menimbulkan potensi peledakan dalam tubuh ketika nanti sudah tertanam atau terkubur.

Sesuai ketentuan perundang-undangan, seluruh kegiatan penanganan paus yang merupakan satwa dilindungi ini diliput dengan Berita Acara, Baik BA Kematian, BA Penguburan dan BA lainnya yang diperlukan dan ditandatangani oleh pihak terkait yang hadir di lokasi, pungkas Wiwied.

Prosesi penguburan bangkai paus dihadiri oleh Kapolres Bangkalan, jajaran Kodim Bangkalan, jajaran Pemkab Bangkalan, Perwakilan Pemprov, Dinas Kelautan Prov, JAAN dan sejumlah awak media.

Kyai Muschins selaku tokoh agama setempat juga hadir dalam acara penguburan paus sekaligus memimpin doa memohon semoga kejadian terdampar dan matinya puluhan paus ini tidak terjadi kembali. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar