Lamongan (beritajatim.com) – Para pemenang Musabaqoh Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) tahun 2023, bakal digelontor dana sebesar Rp 2,7 miliar oleh Kementerian Agama.
Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur saat menyampaikan laporan pada pembukaan MQKN 2023 atas nama ketua panitia.
“Para pemenang MQKN 2023, yakni juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2 3 pada masing-masing cabang lomba akan diberikan medali, piagam penghargaan, dan uang pembinaan dengan total hadiah mencapai 2,7 milyar rupiah,” ungkap Waryono dalam sambutannya, Selasa (11/07/2023) malam.
Waryono menjelaskan bahwa para santri dan mahasantri akan mengikuti berbagai cabang lomba MQKN sesuai tingkatan, yakni marhalah Ula, Wustha, Ulya, dan Ma’had Aly.
Adapun kitab-kitab yang dilombakan dalam Musabaqah ini meliputi kitab fiqh, nahwu, akhlak, tarikh, tafsir, ilmu tafsir, hadis, ilmu hadis, balaghoh, tauhid. Termasuk debat bahasa Arab dan Inggris, Bahtsul Kutub, dan Debat Qanun.
BACA JUGA: Resmikan Jalan Tol Cisumdawu Jawa Barat, Presiden: Konektivitas ke Bandara Kertajati
“Ada juga Lalaran Nadhom Amtsilah at-Tashrîfiyah dan Lalaran Nadhom Alfiyah Ibnu Mâlik sebagai Cabang Eksebisi,” tambah Waryono.
Menurut Waryono, MQKN menjadi bagian dari upaya menguji kemampuan para santri dan mahasantri dalam membaca, memahami dan menerjemahkan kandungan kitab Kuning yang selama ini menjadi rujukan dalam tradisi pembelajaran di Pesantren.
“Semoga ke depan, MQKN bisa kita selenggarakan secara periodik. Menjadi agenda nasional tiga tahunan, bahkan jika diperlukan bisa diselenggarakan dua tahun sekali, mengingat tradisi pembelajaran Kitab Kuning merupakan sesuatu yang genuine pada Pesantren,” tuturnya.
Lebih lanjut, Waryono menjelaskan, ada beberapa rangkaian kegiatan yang digelar saat MQKN di Lamongan ini, di antaranya Kemandirian Pesantren Expo dan Halaqoh Ulama Nasional. Dia berharap, rangkaian kegiatan itu bisa berlangsung semarak dan sukses.
“Halaqah Ulama Nasional akan diikuti 300 Kiai-Nyai dari berbagai Pesantren di Indonesia yang berasal dari unsur Ormas/Asosiasi Pesantren, seperti RMI NU, AMALY, ASPENDIF, FKPM, dan lainnya, sebagai side event penyelenggaran MQKN 2023,” bebernya.
“Sedangkan Kemandirian Pesantren Expo di MQKN 2023 ini diisi oleh beberapa pesantren yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Expo ini menyajikan banyak produk unggulan karya santri yang diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan pelanggan dengan produk-produk yang telah dihasilkan oleh pesantren maupun Dekranasda,” tutupnya.
Sebagai informasi, MQKN di Pesantren Sunan Drajat ini diselenggarakan selama 8 hari, mulai tanggal 10 sampai dengan 18 Juli 2023. Diikuti 34 Kafilah Provinsi dan 1 Kafilah Tuan Rumah dengan jumlah total 2.195 santri Pesantren dan mahasantri Ma’had Aly beserta para pembina atau pendamping yang menyertainya. [riq/nap]






