Pamekasan (beritajatim.com) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pamekasan, menetapkan 15 lokasi berbeda di wilayah setempat, sebagai titik pelaksanaan Salat Idul Adha 1444 Hijriah, Rabu (28/6/2023) besok.
Hal tersebut seiring dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang secara resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah, jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023. Sehari lebih awal dari keputusan pemerintah yang menetapkan Kamis (29/6/2023) lusa.
“Untuk pelaksanaan salat Idul Adha 1444 Hijriah, disebar di 15 titik berbeda di Pamekasan. Pada umumnya salat Ied (Idul Adha) di lapangan terbuka, termasuk di perkotaan yang dipusatkan di Halaman Bakorwil IV Madura, Jl Slamet Riyadi Pamekasan,” kata Ketua Muhammadiyah Pamekasan, Azis Ashari, Selasa (27/6/2023).
Lokasi pelaksanaan salat Ied lainnya tersebar di sejumlah titik di Pamekasan, seperti di Kecamatan Pamekasan (Kota), Galis, Pasean, Tlanakan, Waru, dan sejumlah titik lainnya.
Baca Juga: Bupati Pamekasan Lantik 176 Pejabat di Pasar Kolpajung
Dalam pelaksanaan ibadah Lebaran Haji tersebut, pihaknya juga melaporkan kepala pihak kepolisian, termasuk titik pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini. “Hal itu kami lakukan sebagai upaya menjaga ketertiban selama pelaksanaan ibadah berlangsung,” ungkapnya.
“Pasca melaksanakan salat Ied, kami juga jadwalkan untuk melaksanakan kurban di 4 (empat) titik berbeda di Pamekasan, yakni di Masjid Al-Arqam Jl Pintu Gerbang, Masjid Darussalam Kompleks Perumahan Graha, Masjid Quba Jl Jokotole, serta Masjid Taqwa Jl Amin Jakfar Pamekasan,” jelasnya.

Disinggung soal pelaksanaan salat Idul Adha yang digelar lebih awal dari jadwal pemerintah, pihaknya menyampaikan jika hal itu sudah lumrah. “Perbedaan ini merupakan hal yang biasa terjadi, tapi kami selalu berharap agar kita saling memahami dan menghormati,” imbuhnya.
“Idul Adha ini merupakan sebuah momentum bagi kita semua untuk bisa mengendalikan ego dan nafsu tidak baik, serta selalu memperkuat hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta dengan sesama manusia,” pungkasnya. [pin/ted]






