Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Masjid Bani Solan, Ikon Baru Magetan

Magetan (beritajatim.com) – Kabar baik bagi warga Magetan karena di Kota Magetan ada Masjid Bani Solan, di Jalan Raya Magetan-Maospati.  Masjid dengan arsitektur unik seluas 2.500 meter persegi ini nantinya akan menjadi pusat syiar Islam, edukasi, creative hub, dan pusat kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Masjid yang juga disebut sebagai Masjid Nasional Indonesia ini diresmikan oleh Bupati Magetan Suprawoto serta jajaran tokoh masyarakat, kyai, serta keluarga Siti Choiriana atau akrab dipanggil Ana.

Dirinya bersyukur cita-citanya membangun masjid akhirnya terlaksana, sebagaimana amanat almarhum ayahnya. Setelah satu tahun lamanya berjibaku membangun masjid, akhirnya hari ini mulai bisa digunakan oleh masyarakat.

“Alhamdulillah akhirnya pembangunan masjid ini rampung dan bisa digunakan. Masjid ini saya dedikasikan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk semua golongan, dari anak hingga dewasa dan warga manapun. Jadi tidak ada untuk golongan atau ormas tertentu. Ini milik kita semua,” jelas Ana, Ketua Yayasan Masjid Bani Solan.

Masjid ini letaknya cukup strategis, di jalan Raya Magetan-Maospati. Bentuk masjid cukup unik berbentuk mirip topi dengan warna khas cokelat, menggabungkan unsur modern dan tradisional. Masjid cukup nyaman dilengkapi taman, publik area, parkir, dan lainnya.

Di desain oleh arsitek muda berbakat, dengan gaya milenial style, dikolaborasikan dengan gaya timur tengah dan dikombinasi Eropa dan tradisional. Masjid dibangun menggunakan bahan-bahan lokal seperti batu bata dan kayu.

Lebih lanjut Ana menjelaskan, masjid ini dibangun dari cita-cita luhur akan persatuan Indonesia dengan merujuk pada konsep Connectivity, Community, Content, and Creativity. Connectivity dan Community dimaksudkan bahwa masjid ini sebagai pusat berkumpul masyarakat untuk berkegiatan dan silaturahmi. Aktivitas di masjid ini tak memandang, suku, ras, golongan, atau organisasi tertentu.

“Selama dia masuk masjid, ya silahkan melakukan kegiatan tanpa melihat golongan tertentu. Masyarakat bisa menggunakan untuk meeting point, silaturahmi, hingga rest area bagi kendaraan, bus atau musafir yang sedang melakukan perjalanan. Boleh berhenti di sini untuk istirahat, ” beber dia.

Sementara bagi warga sekitar yang akan menggelar kegiatan juga bisa memanfaatkan masjid ini. Seperti untuk wisuda anak sekolah, pernikahan, acara keagamaan, dan aktivitas lainnya.

Sedangkan konsep Content and Creativity dimaksudkan bahwa masjid ini menjadi pusat creative hub. Masyarakat bisa mendalami ilmu agama, perpustakaan mimi, hingga small cafe sebagai pusat ekonomi.

Ada tiga orang anak muda hafiz Quran yang akan membimbing agama bagi warga. Anak anak bisa belajar membaca Al-Quran, menjadi tahfiz, dan lainnya. Mereka juga akan full berada di masjid ini untuk memandu shalat lima waktu dan kegiatan lainnya seperti shalat Tarawih dan Shalat Jumat.

“Harapan saya, anak muda bisa memanfaatkan masjid ini untuk menyalurkan kreativitas mereka. Anak muda bisa berkumpul, sharing, membangun ide baru, dan menyalurkan kreativitas mereka di sini, ” kata Ana.

Untuk menarik anak anak ikut memakmurkan masjid, Masjid Bani Solan juga dilengkapi taman pendidikan Alquran. Juga ada area playground, sehingga anak-anak bisa bermain dan senang masuk ke area masjid. Dengan menanamkan jiwa cinta masjid sejak dini, diharapkan akan membangun generasi kedepan yang lebih baik lagi.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar