Peristiwa

Diduga Jadi Korban Penganiayaan

Makam Mahasiswa Poltekpel Surabaya di Mojokerto DibongkarĀ 

Proses ekshumasi korban dugaan penganiayaan di Pemakaman Umum Dusun Pudakpulo, Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]

Mojokerto (beritajatim.com)Makam mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) di Makam Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto dilakukan ekshumasi (pembongkaran). Ekshumasi dilakukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban.

Anggota Polrestabes Surabaya bersama Tim Forensik Polda Jatim melakukan ekshumasi terhadap makam mahasiswa tingkat 1 tersebut. Proses ekshumasi melibatkan tim penggali kubur, sementara anggota Polsek Bangsal mengamankan lokasi dari masyarakat yang melihat proses ekshumasi.

“Ekshumasi ini tujuannya adalah agar dari tim Forensik Polda Jatim bisa menentukan apa yang menjadi penyebab kematian sehingga itu penting sekali dalam rangka penyidikan,” ungkap Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Zainul Abidin, Selasa (7/2/2023).

Pasca korban diketahui meninggal, lanjut Kanit, tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban karena permintaan keluarga hanya visum luar. Namun karena ada dugaan terjadi penganiayaan terhadap korban sehingga pihaknya melakukan proses ekshumasi.

“Karena ini menyangkut nyawa seseorang maka pada hari ini atas kerjasama dan kondisi dengan pihak keluarga dan pihak Kedokteran Formasi Polda Jatim dilakukan ekshumasi. Kami masih belum dapat hasil daripada ekshumasi (proses sedang berlangsung),” katanya.

Kanit menjelaskan, jika nantinya hasil ekshumasi tersebut akan menjawab apa yang menjadi penyebab kematian korban. Pihaknya mengaku tidak tahu terkait pemeriksaan dalam proses ekshumasi tersebut lantaran ekshumasi dilakukan oleh dokter Forensik Polda Jatim.

“Dengan hasil ekshumasi ini, kita akan tahu kira-kira keterangan dari para saksi yang sudah kita mintai keterangan, kemudian yang terlibat seperti apa? Kita akan serasikan daripada hasil ekshumasi nanti. Sementara sudah ada sekitar 13 saksi yang sudah kita minta keterangan, namun nanti akan kita dalami lagi,” ujarnya.

Sebanyak 13 orang saksi tersebut, lanjut Kanit, ada saksi dari senior korban dan saksi dari teman satu angkatan dengan korban. Pihaknya menegaskan, jika belum melakukan pemeriksaan dari pihak kampus tempat korban menuntut ilmu. Pihaknya masih melakukan penelusuran.

“Meninggalnya di Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya pada hari Minggu malam,” tegasnya.

Korban diketahui berinisial MRFA (19) asal Dusun Pudakpulo, Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Korban merupakan anak pertama dari Kepala SPKT Polsek Kutorejo Polres Mojokerto, Aiptu Muhammad Yani (47).

Sebelumnya, seorang mahasiswa sebuah Politeknik Pelayaran (Poltekpel) di Surabaya ditemukan meninggal dunia pada, Senin (6/2/2023) dini hari. Korban diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan pendidikan. Mahasiswa itu ditemukan tak bernyawa di kamar mandi kampusnya dengan kondisi penuh darah. [tin/ted]

 

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV dan Foto

BPOM RI Segel Jamu Tradisional di Banyuwangi

Korban Pelecehan Harus Berani Lapor

Coba Yuk Spa Kurma di Surabaya