Ponorogo (beritajatim.com) – Kabar duka kembali diterima dari negara Arab Saudi. Untuk kali kedua, jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo meninggal dunia di tanah suci. Jemaah haji perempuan yang meninggal itu bernama Sulastri binti Sawinun Sayit.
Warga Desa Bangunrejo Kecamatan Sukorejo itu meninggal pada Selasa (4/7) malam waktu Makkah Arab Saudi. Yang bersangkutan sebelumnya dirawat di rumah sakit King Faisal Makkah.
“Saya memperoleh kabar bahwa ibu mertua meninggal daru ketua regu haji pada Rabu dini hari tadi,” kata Siti Mustaidah, salah satu menantu almarhumah saat ditemui awak media di rumah duka, Rabu (05/07/2023).
Dari ketua regu haji itu, Siti diceritakan bahwa mertuanya sempat memperoleh perawatan di hotel. Namun, saat petugas medis akan memasang infus dan alat bantu pernafasan, Sulastri menolak. Hingga akhirnya petugas medis merujuknya ke rumah sakit King Faisal Makkah.
“Sampai di rumah sakit, katanya ibu tetap tidak mau menggunakan alat bantu pernafasan, hingga akhirnya meninggal dunia,” katanya.
Baca Juga: Kuota Haji Indonesia 2024 Diumumkan Lebih Cepat, Bagaimana Dampaknya?
Dulu, sebelum berangkat pada bulan Mei 2023 lalu, ibunya sempat sakit jantung dan nafasnya tersengal dan batuk. Namun, saat hari pemberangkatan haji, nenek berusia 89 tahun itu sudah sehat. Sesampainya di embarkasi Juanda di Surabaya sempat dilakukan bantuan pernapasan.
“Di embarkasi sempat dikasih bantuan alat pernapasan, namun cuma sebentar. Hingga akhirnya berangkat ke tanah suci,” katanya.
Meski sempat dirawat di rumah sakit, Siti menyebut bahwa ibunya sudah melakukan ibadah haji. Baik itu ibadah haji untuk syarat maupun rukunnya.
“Ibu sudah melakukan ibadah haji sebelum meninggal, baik itu untuk syarat maupun rukunnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada hari Selasa (20/6) malam lalu, jemaah haji asal Ponorogo meninggal di tanah suci. Yakni bernama Mbah Sinto yang sudah berumur 92 tahun. Mbah Sinto menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit King Faisal Mekkah.
Kabar meninggalnya satu jemaah haji asal Ponorogo yang bernama Mbah Sinto itu dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo M. Nurul Huda. Dia mendapatkan kabar duka itu pada Selasa (20/6) malam dari petugas haji yang berada di Arab Saudi. Almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit King Faisal Mekkah.
“Almarhum sudah tua, sehingga sakitnya ya kelelahan. Di rawat di rumah sakit di Mekkah,” kata Nurul Huda. (end/ted)






