Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kunjungi DLH

FPRB Jombang Bahas Pengurangan Risiko Bencana Dampak Perubahan Iklim

Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum (kanan) bersama pengurus FPRB, Kamis (23/9/2021).

Jombang (beritajatim.com) – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Jombang menghunjungi DLH (Dinas Lingkungan Hidup) setempat, Kamis (23/9/2021). Dalam kesempatan itu, FPRB membahas pengurangan risiko bencana dampak perubahan iklim.

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum, yang didampingi Kepala Seksi Pengurangan Sampah Amien Fatoni. Bahkan Kepala DLH secara khusus memberikan ucapan kepada FPRB Jombang yang mendapat penghargaan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jatim sebagai tim terbaik dalam Jambore/Rakornis (Rapat Koordinasi Teknis) Forum PRB Jawa Timur di Obis Camp Trawas, Kabupaten Mojokerto, mulai 17 – 19 September 2021.

Wakil Ketua FPRB Jombang M Zaki mengawali pertemuan tersebut dengan pengenalan seputar organisasi yang dikukuhkan pada 31 Juli 2021 itu. Mulai cantolan hukum didirikannya FPRB, unsur pentahelix yang ada di dalamnya, serta sederet kegiatan yang sudah dilakukan FPRB.

Unsur pentahelix yang dimaksud adalah lembaga usaha, akademisi/kampus, organisasi kemasyarakatan/relawan, media massa, serta pemerintah daerah. “Jadi, FPRB merupakan wadah yang berbentuk independen yang menyatukan berbagai organisasi/lembaga/komunitas dan pemangku kepentingan yang bergerak dan mendukung berbagai upaya pengurangan risiko bencana di daerah,” ujar Zaki.

Pengurus FPRB Jombang saat diskusi dengan Kepala DLH Miftahul Ulum,

Sementara itu, Sekretaris FPRB Jombang Amik Purdinata lebih membeberkan potensi-potensi bencana yang ada di Jombang. Menurutnya, terdapat sembilan ancaman bencana yang mengintai Kabupaten Jombang. Di antaranya, banjir, gempa bumi, banjir bandang, kegagalan teknologi, epidemi dan wabah penyakit, karhutla (kebakaran hutan dan lahan), cuaca ekstrim, tanah longsor, serta kekeringan.

Amik juga membeber data-data kejadian bencana alam di Jombang selama lima tahun terakhir. “Upaya-upaya pengurangan risiko bencana ini butuh kerja sama semua pihak, termasuk DLH. Semisal soal kekeringan dan soal pengelolaan sampah,” kata Amik.

Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum (tengah baju batik) saat foto bersama pengurus FPRB

Gayung bersambut. Kepala BLH Jombang Miftahul Ulum mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan FPRB. Untuk itu pihaknya mendukung langkah-langkah pengurangan risiko bencana tersebut. Ulum juga menerangkan secara panjang lebar tentang pengelolaan sampah di Kota Santri.

“Selain program bank sampah, ada juga TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle). Teknologi TPS3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien,” kata Ulum. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar