Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Korban Keracunan di Mojokerto Sempat Cekcok dengan Suami

Salah satu warga, Saniati (52) menunjukkan lokasi kejadian keracunan kopi di Dusun Kemuning, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Keracunan yang dialami dua warga Dusun Kemuning, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto diduga dilakukan oleh suami korban Ponitri (47). Ini setelah diketahui sang suami terlibat cekcok dengan korban dan tidak pulang ke rumah.

Salah satu warga, Saniati (52) mengatakan, korban Ponitri diketahui terlibat cekcok dengan sang suami terduga pelaku. “Sebelum cekcok dan tidak pulang sekitar 15 hari. Tidak tahu pulang kemana? Tapi saya sendiri kurang tahu cekcok soal apa?,” ungkapnya, Jumat (25/2/2022).

Sebelumnya dikabarkan jika korban baru saja mendapatkan uang arisan, namun Saniati membantah terkait persoalan uang arisan. Karena menurutnya, arisan baru dapat saat bulan puasa mendatang sehingga besar kemungkinan bukan karena uang arisan.

“Dia (suami Ponisri, red) mengaku ke Kepala Desa mau mencelakai istrinya. Cek-cok terus, bukan masalah warisan, masalah cemburu. Cemburu sama istrinya, ya istrinya bukan Mas Nur (Nurhadi Wijaya, red). Mas Nur kan minum di situ (warung milik korban, red),” katanya.

Saniati menceritakan, jika pemilik warung minum kopi sebelum melayani korban kedua, Nurhadi Wijaya. Namun setelah minum mengeluh pusing sehingga Nurhadi Wijaya membayar kopi setelah menghabiskan kopi yang sudah dibuat oleh korban dan meminta untuk korban istirahat.

“Yang punya warung kan minum duluan tapi sedikit karena ada Mas Nur datang pesan kopi. Setelah membuatkan kopi, pemilik warung mengeluh kepala pusing sehingga Mas Nur kasih uang kopi yang sudah dipesan. Mbk Pon (korban, red) langsung tiduran, Mas Nur habis satu gelas, wong beli terus pulang,” ujarnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar