Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo KM 712+200/A

Kedua Sopir Bus PO Ardiansyah Dijadwalkan Jalani Tes Urine Lanjutan

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua sopir bus pariwisata PO Ardiansyah nopol W 7322 UW yang mengalami kecelakaan di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+200/A sudah menjalani tes urine. Namun karena hasil tes urine menunjukkan kedua sopir mengkonsumsi obat-obatan sehingga dibutuhkan tes urine dengan melibatkan laboratorium.

Wadirlantas Polda Jawa Timur, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, kedua sopir bus sudah menjalani tes urine. “Tes urine banyak turunan, turunan mungkin konsumsi vitamin dan lainnya. Nanti kalau sudah tersirat, kami mendapat salinannya akan kami sampaikan. Langkah-langkah yang sudah diambil Polresta Mojokerto sudah bagus meminta ahli,” ungkapnya.

Masih kata Wadirlantas, pihaknya juga melibatkan Labfor Mabes Polri bagaimanan kondisi kendaraan sehingga pihak terkait turut dalam penanganan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TP TKP) untuk melakukan penyelidikan. Yang nantinya dari audit identifikasi akan diketahui sejauh mana peristiwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi.

“SIM (sopir cadangan tak memiliki SIM) masih dilakukan pendalaman. Kami tidak mau menyampaikan yang belum kami gali sejauh mana dan kami tidak mau mendahului tim kami. Ini awal dulu yang kami sampaikan, identifikasi awal sudah dilakukan Dirlantas. Tahapan pasti kami lakukan,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengucapkan turut berduka atas musibah yang terjadi. “Seluruh kegiatan proses penanganan dari korban kecelakaan, siapa saja yang masuk klausul korban. Di situ juga sudah diatur di UU, sudah terfasilitssi dengan baik,” tambahnya.

Kemudian, lanjut mantan Kapolresta Pasuruan ini, tahap keduanya yakni melakukan penindakan hukum secara proposional dan profesional. Tahapan tersebut berjalan bersamaan tapi lebih dikedepankan kaitan masalah recovery pihak korban baik selamat maupun meninggal sehingga bisa sedikit meringankan keluarga yang ditinggalkan.

“Recovery melibatkan pihak terkait. Penegakan hukum sejak TP TKP, analisa berdasarkan alat bukti sah yang diatur hukum acara. Itu semua sudah berjalan tapi belum bisa disampaikan. Tes urine sudah. Dua-duanya sudah tes urine. Kita bicara tentang SOP, SOP sudah kita lakukan indikasi misalnya memerlukan tahapan selanjutkan karena tes urine ada dua,” tuturnya.

Kapolresta menjelaskan, yakni tes urine menggunakan rapid tes seperti penanganan Covid-19. Jika mengindikasikan positif, maka PCR yang lebih akurat karena diperlukan diidentifikasi. Pihaknya enggan menjelaskan secara detail terkait hasil tes urine sehingga diperlukan tindakan lanjutan dengan melibatkan laboratorium.

“Turunan-turunan terhadap zat-zat adiktif itu banyak digunakan oleh obat-obatan generik yang dijual bebas di apotik. Tolong dipahami oleh media dan publik. Hasil sementara tidak perlu disampaikan di sini tapi ketika dari hasil awal ada tindakan berarti ada sesuatu. Itu yang perlu kita buktikan secara ahli dan laboratorium lah yang memiliki kewenangan,” jelasnya.

Laboratorium yang akan menyimpulkan hasil tes urine kedua sopir tersebut. Kedua sopir sudah menjalani tes urine, namun tegas Kapolresta, harus ada tindakan lanjutan melibatkan ahlinya. Kapolresta enggan menyampaikan hasil tes urine tersebut, namun Kapolresta menegaskan jika dibutuhkan tindakan lanjutan yang melibatkan Laboratorium.

“Saya tidak bisa menyampaikan di sini, karena posisinya menunjukkan ada sesuatu aktif. Aktif apa? Laboratorium yang bisa memberikan keterangan. Nanti kalau saya yang menyampaikan maka nanti jadi mall prosedur, jika tidak disampaikan sesuai secara standar operasional. Karena Ketika saya ber-statement A tapi ternyata B, ada pertanggungjawaban hukum. Kasihan masyarakat, mengkonsumsi informasi yang tidak akurat. Pahami rekan-rekan ya,” tegasnya.

Kapolresta menambahkan, jika penanganan korban selamat dilakukan di enam rumah sakit berbeda. Satu rumah sakit Sidoarjo, satu rumah sakit Gresik dan empat rumah sakit Mojokerto. Ini lantaran beberapa korban dibantu warga yang melintas dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Sebanyak 19 orang korban mengalami luka dan didominasi luka berat. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar