Peristiwa

Jalan ke Pantai Selatan Malang Rusak, Jasa Yasa Minta RKAB Direvisi

Malang (beritajatim.com) – Perumda Jasa Yasa meminta Pemerintah Kabupaten Malang, segera melakukan revisi soal Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB. Hal itu dikarenakan kondisi sejumlah infrastruktur jalan menuju wisata Pantai Selatan, rusak parah. Salah satunya, jalan menuju wisata Pantai Bsleksmbang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Sejauh ini, jumlah wisatawan pantai menurun akibat pendemi. Kerusakan akses utama menuju pantai tersebut juga semakin parah. Akibatnya, pengunjung sepi karena jalan rusak parah.

Alhasil, wisatawan yang hendak berwisata terpaksa harus dialihkan dan melintas di sekitar Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur. Namun, jalan alternatif tersebut kondisinya juga tidak menggembirakan, sebab kondisi juga sama, rusak, terjal, berbatu dan cukup licin jika hujan. “Jalannya di sebelah sana (Desa Srigonco) rusak,” ujar salah seorang warga setempat yang turun di jalan untuk membantu beberapa kendaraan yang terlihat kesusashan untuk melintas.

Sejumlah wisatawan pun mengeluh dengan kondisi tersebut. Tidak jarang ada wisatawan yang harus berhenti untuk mendinginkan mesin mobilnya, atau memeriksa kondisi mobilnya. Karena telah melintas di jalan berbatu. “Sebelumnya saya sudah pernah kesini. Waktunya jalannya enggak ditutup. Makanya sekarang saya kesini lagi. Eh, jalannya dialihkan dan ternyata sama rusaknya,” papar Sandi Bakhtiar, pengunjung asal Ampelgading, Malang.

Sandi yang saat itu mengendarai Daihatsu Ayla ini mengaku kesusahan melalui jalan tersebut. Mengingat mobil yang ia kendarai bersama 3 anggota keluargannya berjenis city car, dan dirasa kurang memadai untuk melintas di jalur terjal dan berbatu.

“Ya kita kan enggak tau ternyata jalannya begini. Taunya ya cuman berlubang, tapi tidak separah ini. Makanya saya beranikan kesini lagi. Kalau medannya kaya gini, ya jadi kayak offroad,” pungkasnya.

Direktur Administrasi Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, Husnul Hakim, membenarkan kondisi tersebut. “Hal itu disebabkan banyak kendaraan proyek JLS (Jalur Lintas Selatan) yang lewat di sana. Padahal, itu kan spesifikasi jalan Kabupaten,” tuturnya.

Akibatnya, jumlah kunjungan wisata yang datang pantai Balekambang, selaku pantai yang dikelola Perumda Jasa Yasa menurun drastis hingga 70 persen.

Atas dasar itu, Husnul mengaku saat ini sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang. “Koordinasi kita, selain meminta untuk segera memperbaiki jalan, juga mengajukan permohonan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB),” tegasnya.

Husnul menambahkan, target PAD Perumda Jasa Yasa sebelum terjadi pandemi Covid-19 dan jalan rusak mencapai 400-500 juta per tahun. “Kalau sekarang tidak sampai segitu. Makanya kita akan mengajukan revisi (RKAB),” pungkasnya. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar