Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ini Pertemuan Terakhir Calon Istri dengan Juragan Sepatu Mojokerto Sebelum Bunuh Diri

Jasad korban yang pertama kali ditemukan di Makam Islam Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Calon istri juragan sepatu yang ditemukan bunuh diri di pusara istri, Fitryaningsih (30) mengaku terakhir kali bertemu dengan calon suaminya pada Sabtu (18/6/2022). Saat itu, ia bersama duda tiga anak tersebut menghadiri wisuda putrinya yang lulus taman kanak-kanak (TK).

“Terakhir ketemu, Sabtu kemarin di wisuda TK anak saya. Ia di Gondang (selama ini Fitri tinggal di Dusun Bacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto). Setelah itu, dia langsung pulang, tidak ada omongan apa-apa,” katanya kepada wartawan di rumah kakak kandungnya, Dusun Losari, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Pasangan duda anak tiga dan janda anak satu ini rutin berkomunikasi menggunakan ponsel. Menurut Fitri (sapaan akrab, red), selama ini hubungannya dengan juragan sepatu tersebut baik-baik saja. Andri juga tidak menunjukkan perubahan perilaku sebelum nekat bunuh diri menenggak racun tikus dan serangan.

“Siangnya VC (video call) sekitar jam 1, cuma biasa, bergurau biasa. Iya siang sebelum kejadian (bunuh diri). Saat itu, dia di Losari ambil barang (bahan sepatu). Saya kan di Gondang jadi tidak ketemu, VC saja. Tidak ada tanda-tanda atau hal aneh, ya itu magrip kirim pesen WA. ‘Pean tambah cantik’. Setelah itu ‘aku mati saiki dik’. Pesan terakhir itu sekitar jam 17.30 WIB,” katanya.

Namun pesan tersebut belum sempat terbaca. Ia mengaku baru mengetahui isi pesan dari calon suaminya setelah ditelepon anak sulung duda tiga anak tersebut, Bima Prayuganing Santoso (18) yang mengabarkan jika Andri ditemukan meninggal di makan Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar