Peristiwa

Dua Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir

Pasuruan (beritajatim.com) – Sudah selama 3 hari banjir masih belum surut dan merendam sejumlah desa di Pasuruan sejak Sabtu (12/2/2022). Berdasarkan pantauan, ratusan kk di 8 desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Beji dan Kecamatan Rejoso masih tergenang banjir.

Di Kecamatan Beji, banjir setinggi 60-100 cm masih merendam dua desa, yakni desa Kedungboto dan desa Kedungringin. Akses antar desa pun masih terputus dan sejumlah warga mulai mengungsi menggunakan perahu karet relawan.

“Banjir kemaren bisa setinggi 60-100 sentimeter di dua kecamatan yakni Beji dan Rejoso. Sejak kemarin relawan kami membantu evakuasi sebagain warga yang mau mengungsi di rumah saudaranya,” ujar Wahyudi, relawan PC LPBI NU Bangil.

Secara geografis, dua desa di Beji ini posisimya lebih rendah daripada desa lain sehingga air banjir bisa menggenang selama berhari-hari. Sejumlah relawan sudah turun memberikan bantuan makanan, namun warga masih mengeluhkan kesulitan mendapat air bersih.

“Relawan kami sejak kemarin sudah distribusi snack, susu, air bersih dan obat-obatan, bersama puskesmas Beji untuk warga desa Kedungboto. Namun, sampai saat ini warga masih mengeluhkan air bersih yang tak kunjung mereka dapatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, di Kecamatan Rejoso, ada 6 desa yang kini masih terendam. “Banjir masih ada di Desa Rejoso Lor, Toyaning, Arjosari, Kedungbako, Patuguran, dan Jarangan,” kata Camat Rejoso, Ahmad Hadi.

Hadi menjelaskan jika banjir terparah terjadi di Desa Rejoso Lor, ketinggian banjir masih mencapai 50-100 sentimeter dengan 975 kk terdampak di enam dusun. Disusul di Desa Toyaning, banjir setinggi 40-50 sentimeter merendam 5 dusun dengan 840 KK yang terdampak.

Kemudian, di Desa Kedungbako, Desa Arjosari, Desa Patuguran, banjir dengan tinghi rata-rata 50 sentimeter merendam 360 KK. “Terakhir di desa Jarangan masih ada satu dusun yang berisi 150 kk yang terendam banjir, ” imbuhnya. (ada/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar