Malang (beritajatim.com) – Proyek revitalisasi Alun-alun Tugu Kota Malang dipantau langsung oleh Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang pada Selasa, (8/8/2023).
Kasi Intel Kejari Kota Malang, Eko Budisusanto mengatakan bahwa ada peningkatan pengerjaan setiap minggunya. Hasil tinjauan setelah berkeliling mengitari seluruh bagian Alun-Alun Tugu dia memastikan semua berjalan benar.
“Allhamdulilah progres pembangunan Alun-alun Tugu sangat bagus, ada plus 1,717 persen melebihi target mingguan kami. Untuk pengecekan material batu alam ada yang lebih tebal dari rencana awal, harusnya 3 centimeter malah 4centimeter ada tadi. Ini bagus tidak ada masalah,” ujar Eko.
Baca Juga: Sekda Ngawi Angkat Bicara Soal Dirinya Diusulkan Sebagai Pj Bupati Magetan
Eko menyebut proyek senilai Rp5,3 miliar ini tinggal menyisakan 67 hari masa kerja namun dengan progres yang dicapai dia yakin pengerjaan bisa lebih cepat dari target.
“Sesuai jadwal sekitar Oktober awal, ini masih 67 hari lagi sisanya. Kalau bisa cepat sehingga bisa dinikmati masyarakat karena ini kan ikon Kota Malang,” ujar Eko.
Revitalisasi Alun-alun Tugu Kota Malang masuk dalam 25 proyek strategis Kota Malang sesuai surat keputusan Wali Kota Malang tahun anggaran 2023. Secara berkala tim PPS Kejari Kota Malang akan mengecek untuk melihat pengerjaannya.
“Tim kami kurang lebih sudah 10 kali turun ngecek. Selama ini temuan tidak ada, sampai Minggu ke 7 pekerjaan plus terus atau lebih target mingguan,” ujar Eko.
Baca Juga: Modus Bayari Kos, Pria Kelabuhi Pelajar SMA Berhubungan Badan Berkali-kali
PPK DLH Kota Malang, Laode Kualaita, mengatakan, hingga minggu ke-7 pengerjaan proses revitalisasi memang lebih cepat dari target atau mencapai 32,103 persen. Mereka mengklaim selalu berkoordinasi dengan pengawas dan pelaksana agar pengerjaan bisa lebih cepat dari target.
“Koordinasi memberikan masukan, semua berjalan dengan sangat simultan. Memang lebih cepat dari target mingguan. Ini akan kami pantau terus secara intensif dengan pelaksana dan pengawas proyek,” tutur Laode. (Luc/ian)






