Gresik (beritajatim.com) – Dampak musim kemarau yang berkepanjangan sangat mengkhawatirkan. Ini karena selama satu bulan (September) 2023 lalu. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik mencatat ada 113 lahan kosong dilalap api.
Kepala Damkarla Gresik, AH Sinaga mengatakan, dari kejadian itu setiap hari laporan yang masuk ada 4 kejadian kebakaran. “Banyak kebakaran lahan kosong. Hal ini dipicu pembakaran sampah tanpa pengawasan. Bulan lalu paling banyak, total ada 113 kejadian kebakaran. Mayoritas kebakaran lahan kosong atau ilalang karena aktivitas pembakaran sampah,” katanya, Rabu (4/10/2023).
Masih tingginya intensitas kebakaran itu lanjut dia, bakal berlanjut di bulan Oktober 2023. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada warga agar tidak membakar sampah serta membuang puntung rokok sembarangan. “Kami menghimbau kepada warga lebih waspada, dan tidak seenaknya melakukan aktivitas pembakaran. Ini karena mayoras lahan kosong yang terbakar didominasi oleh bakar sampah sembarangan,” ujarnya.
Sinaga menambahkan, kejadian yang paling parah terjadi di lahan kosong. Tepatnya, di Jalan Mayjen Sungkono hingga melalap material limbah kayu. “Musim kemarau seperti sekarang banyak material yang mudah terbakar. Jadi warga harus berhati-hati lagi,” imbuhnya.
Akibat kejadian itu kata dia, karyawan pabrik kayu kaget dan langsung melaporkan kejadian ini ke Damkarla Gresik. “Api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi sehingga melebar dan meluas,” ungkapnya.
Untuk menjinakkan api yang berkobar itu. Damkarla Gresik mengerakkan 15 personel serta empat unit mobil damkar. “Butuh waktu sekitar 10 jam untuk memastikan api benar-benar padam. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkas Sinaga. [dny/kun]
BACA JUGA: Dampak Kemarau, Warga Berbondong Ngantri Terima Air Bersih dari Polres Gresik






