Ngawi (beritajatim.com) – Sudah 8 kali, Pemadam Kebakaran Ngawi menangani pelepasan cincin sepanjang tahun 2022.
Mulai anak-anak hingga orang dewasa. Meski kini sudah memiliki gerinda kecil yang dibeli dengan dana swadaya pegawai, dahulu Damkar Ngawi justru pernah meminjam gerinda di bengkel motor.
Terakhir, mereka sempat memberikan penanganan pada Lailatul Aminah (20) warga Desa Bintoyo, Padas, Ngawi, Jawa Timur.
Cincin Aminah membuat jarinya membengkak, puskesmas Padas kesulitan memberikan penanganan dan akhirnya menyarankan Aminah pergi ke kantor Damkar Ngawi.
Usai mendapatkan pertolongan, cincin Aminah akhirnya bisa dilepas meski harus terpotong menjadi dua bagian.
Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Ngawi Jawa Timur Tri Bimo membenarkan jika pihaknya sudah 8 kali menangani pelepasan cincin, ditambah satu kali diminta membantu melepaskan borgol tahanan Polres Ngawi karena borgol sudah rusak hingga tak bisa dilepas menggunakan kunci.
Dia menceritakan jika pelepasan cincin dan borgol itu memang hanya bisa ditangani menggunakan gerinda kecil. Sebelum memiliki alat itu, pihaknya pernah meminjam ke salah seorang pemilik bengkel di dekat Pos Induk. Dua hingga tiga kali meminjam, akhirnya mereka membeli sendiri peralatan itu dengan dana dari kantongnya sendiri.
“Karena sejak awal dulu kami belum pernah punya alat berupa gerinda kecil ini ya. Jadi kami pernah meminjam alat ke bengkel. Namun, karena lama-lama gak enak, kebetulan dalam dokumen pelaksanaan anggaran juga tak memungkinkan beli alat ini, akhirnya saya sepakat dengan rekan-rekan untuk beli sendiri. Murah sebenarnya hanya Rp300.000,” kata Bimo pada beritajatim.com, Rabu (2/11/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”damkar-ngawi”]
Sebenarnya dia tak mempermasalahkan jika harus membeli alat sendiri, namun itu menunjukkan jika salah satu garda terdepan penanganan kedaruratan di Ngawi itu tak didukung anggaran yang memadai. Baik untuk operasional dan pengadaan alat-alat untuk penyelamatan.
“Setiap hari pasti ada penanganan, misalkan evakuasi ular, baik di rumah, di kendaraan, di kandang ternak. Ada pohon nyaris tumbang juga masyarakat meminta tolong kami. Belum, lagi kejadian non kebakaran lain. Petugas kami siap 24 jam, tapi sayangnya tak didukung anggaran yang cukup,” katanya. (fiq/ted)






