Peristiwa

Cerita Korban Selamat Bencana Tanah Longsor di Nganjuk

Sugi Mike Wati, korban selamat musibah tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Nganjuk (beritajatim.com) – Sugi Mike Wati adalah salah satu korban selamat dalam musibah tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Dia menceritakan kisahnya dalam berjualan mencari selamat dari material tanah dan batu yang meluluh lantakkan tempat tinggalnya.

Sugi dan keluarganya salah satu penyintas saat longsor menerjang desanya. Peristiwa pilu itu berlangsung, pada Minggu (14/2/2021) malam.

“Waktu itu lampu mati sekitar jam 16.00 WIB. Pas mau salat maghrib hujan. Nah, pas enak-enak doa seperti ada suara mobil naik, seperti ngegas gitu. Saya pikir mobil mau naik susah, jadi tetap berdoa. Setelah itu keluar, ternyata longsor,” kata perempuan yang lebih karib disapa Mike ini, Senin, (15/2/2021).

Mendengar suara itu, Mike pun panik. Ia kemudian masuk ke dalam rumah. Tetapi malangnya, longsor susulan begitu cepat menerjang rumahnya yang berada dibawah tebing. Tak ayal, rumah Wati pun roboh. Puing-puing reruntuhan menimpa tubuhnya. Pelipis mata kanan, tangan dan kakinya pun terluka.

Beruntung Wati bisa selamat. Bersama suami serta anak perempuannya yang masih balita, serta ibunya, mereka keluar rumah. Karena kondisi gelap gulita, Watipun hanya bisa beteriak meminta pertolongan warga. “Saya teriak-teriak terus, suami juga teriak. Akhirnya ditolong warga. Pak RT dan warga,” imbuhnya.

Tak berselang lama bantuan datang dari warga sekitar, aparat keamanan, serta relawan. Mike dan keluarganya langsung dibawa ke rumah Kepala Desa setempat. Luka dipelipis mata kanannya diobati. Selain baju berwarna hijau tosca yang melekat ditubuhnya dan kain gendongan untuk sang buah hati, tak ada barang yang sempat dibawanya.

Kini, ia bersama 141 warga lain telah menempati posko pengungsian di SD Negeri 3 Ngetos. Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat memastikan, pemerintah akan menanggung semua kebutuhan para pengungsi. “Semuanya akan dicukupi oleh pemerintah daerah. Alhamdulillah sudah ada dapur umum, nanti juga akan ada puskesmas dan rumah sakit darurat dari Bhayangkara,” kata Novi usai mengevakuasi para pengungsi ke SD Negeri 3 Ngetos.

Proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR bersama relawan disudahi, pada pukul 16.00 WIB. Hingga sore hari, dari 21 orang korban yang dilaporkan hilang, 12 diantaranya berhasil diketemukan. Dimana, 10 orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya selamat. Tim SAR. Proses evakuasi akan diteruskan esok hari untuk mencari 9 warga lain yang masih hilang. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar