Banyuwangi (beritajatim.com) – Usai merasakan langsung terbang di atas ketinggian dengan paralayang, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bangga. Bahkan, secara langsung dirinya berjanji untuk mengembangkan wahana sport tourism berbasis alam seperti halnya paralayang tersebut.
Bupati Ipuk menyebut, Gunung Menyan akan terus dikembangkan sebagai destinasi yang bisa digunakan untuk atlet profesional maupun bagi penikmatnya.
“Secara bertahap akan terus kami kembangkan destinasi Gunung Menyan ini. Mulai dari sarananya maupun aksesibilitasnya,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (23/7/2023).
Pengembangan olahraga dirgantara itu bukan tanpa alasan, Pasalnya, Ipuk melihat adanya olahraga dan hobi paralayang di Gunung Menyan tersebut akan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Pastinya ini akan membuka lapangan pekerjaan dan menimbulkan multiplayer effect dalam ekonomi masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Salah seorang atlet Banyuwangi Haris Efendi mengaku potensi Gunung Menyan cukup bagus. Terutama jika ditambah dengan sentuhan perbaikan dari beberapa sisi sarana dan prasarana.
“Di sini aksesibilitasnya lebih mudah, juga ditunjang dengan berbagai sarana dan budaya penunjang di sekitarnya. Ini sangat layak dikembangkan,” ujar atlet yang telah melanglang berbagai kota di Indonesia dan belahan dunia lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi Abdul Aziz Hamadi menyebutkan, pengembangan olahraga paralayang tidak sekadar tempatnya, tapi juga kaderisasi atletnya.
“Saat ini sudah ada tujuh atlet paralayang dari Banyuwangi dan ini terus kita kembangkan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Jumlah Petani Turun, Banyuwangi Punya Solusinya
Salah satunya dengan menggelar berbagai event paralayang. Seperti halnya Banyuwangi Open Paralayang yang dipadu dengan Liga Jatim Seri 2.
“Ini diikuti lebih dari 80 atlet paralayang dari Jawa Timur dan sejumlah kota lain se Indonesia,” pungkasnya. [rin/but]






