Blitar (beritajatim.com) – Wilayah Kabupaten Blitar kini tengah dilanda musim ‘bediding’ atau penurunan suhu ekstrim pada malam hari. Bahkan pada saat seperti ini suhu pada malam hari bisa turun hingga 20 derajat Celcius.
Kondisi itu pun tentunya akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun mengimbau agar seluruh masyarakat terutama lansia dan balita agar senantiasa menjaga kondisi tubuhnya dengan banyak mengkonsumsi air putih dan mengenakan pakaian tebal saat beraktivitas pada malam hari.
“Iya biasanya kan kalau suhu dingin gini masyarakat malas minum air putih, itu berbahaya jadi tetap harus minum 8 gelas air putih sehari,” kata Kepala Dinas Kesehatan Blitar, Christine Indrawati, Senin (31/07/23).
Musim bediding atau turunnya suhu pada malam hari memang bisa memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan. Mulai dari Ispa, Asma, hingga alergi pada kulit.
Di masa seperti ini angka Ispa di Kabupaten Blitar tetap tinggi yakni berada diangka 2 ribuan orang per bulan. Namun untuk penyakit asma dan alergi memang ada peningkatan akibat penurunan suhu ekstrim pada malam hari.
Menurut Dinas Kesehatan, penderita asma dan alergi pada musim bediding ini meningkat hingga 10-15 persen jika dibandingkan hari biasanya.
“Tapi tidak banyak peningkatannya hanya 10 hingga 15 persen saja untuk peningkatan Asma dan alergi,” ungkapnya.
Baca Juga: Jabatan Kepala Satpol PP Blitar Sepi Pelamar, Mungkin Tak Menarik
Christine menjelaskan bahwa suhu dingin pada malam hari di musim bediding ini, bisa memicu keluarnya zat Histamin pada tubuh. Zat Histamin ini bisa membuat tubuh mengalami alergi atau bahkan menyebabkan terjadinya penyempitan saluran nafas di paru-paru yang berakibat pada asma.
“Masing-masing orang itu tubuhnya berbeda secara genetik, ada yang dari awal memang sudah ada bibit alergi kemudian kalau ada pemicu dalam hal ini suhu dingin tubuh akan mengeluarkan zat bernama Histamin, ini memicu keluhan berbeda-beda pada masing-masing orang kalau histamin nya keluar ada yang biduren terus ada yang asma. Karena histamin ini merangsang terjadinya penyempitan saluran pernapasan pada paru-paru,” terangnya.
Untuk itu, masyarakat Kabupaten Blitar diimbau agar menjaga pola hidup sehat serta ditambah konsumsi vitamin. Masyarakat pun juga diminta tetap mengkonsumsi air putih meski suhu lingkungan sedang turun.
Hal ini dilakukan agar kondisi tubuh tetap stabil dan terhindar dari efek buruk musim bediding.
“Jangan lupa tetap harus minum 8 gelas air putih per hari walaupun dingin dan tidak merasa haus,” tutupnya. (owi/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”blitar”]






