Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Prakarsai Ritual Maut Payang Jember

Berdiri Sepulang dari Malaysia, Inilah Ajaran Tunggal Jati Nusantara

Jember (beritajatim.com) – Padepokan Tunggal Jati Nusantara didirikan Nurhasan sepulang dari Malaysia pada 2011. Padepokan itu diniatkan sebagai tempat pengobatan alternatif, dan baru berkembang pada 2015.

Nama padepokan ini menjadi pembicaraan nasional, menyusul tewasnya sebelas orang pengikutnya dalam tragedi ritual maut di Pantau Payangan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/2/2022) dini hari. Mereka tergulung ombak di laut selatan saat tengah berendam.

Para jemaat padepokan ini datang dan menjadi anggota tanpa paksaan. “Awalnya ini kan pengobatan alternatif. Pada saat ada anggota yang merasa mendapatkan kesembuhan saat berobat, dia akan menyampaikan ke yang lain. Dari mulut ke mulut, berita soal Tunggal Jati Nusantara ini beredar. Tidak ada paksaan, surat edaran, atau membuka pendaftaran sebagai anggota. Semuanya diinformasikan oleh anggotanya sendiri kepada masyarakat. Biasanya melalui teman, saudara, sehingga ada ketertarikan untuk bergabung. Biasanya yang bergabung memiliki masalah,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo, Rabu (16/2/2022).

Selama ini ada iuran Rp 20 ribu yang dikenakan kepada para anggota. Mereka juga dipungut Rp 20 ribu untuk patungan sewa mobil yang memberangkatkan para jemaat menuju Payangan tempo hari.

“Yang bersangkutan dalam melaksanakan kegiatan, menggabungkan antara kegiatan keagamaan, dan yang bersangkutan memiliki semacam aliran kepercayaan, yang menggunakan bahasa Jawa dalam pelaksanaan ritualnya. Seperti ada pembacaan mantera, kidung, ini yang nanti akan kami lihat dan pelajari apakah maksud mantera-mantera yang digunakan dan mungkin dari aliran mana,” kata Hery.

Nurhasan sebenarnya memiliki guru. Namun sang guru sudah meninggal dunia. “Jadi untuk mencari keterangan lanjutannya sulit. Kami akan dalami kembali,” kata Hery.

Nurhasan ditetapkan sebagai tersangka dalam kejadian tragedi ritual maut itu. Belum ada tersangka lainnya. “Tapi hasil penyidikan akan kita lihat apa yang jadi fakta. Kalau ada tersangka lain, akan kami sampaikan kemudian,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar