Magetan (beritajatim.com) – Sejumlah warga Desa Pupus, Lembeyan, Magetan, Jawa Timur mendaki Gunung Bancak dan mengibarkan Bendera Merah Putih berukuran raksasa. Ukuran bendera yakni panjang 21 meter dan lebarnya 7 meter. Butuh 20 orang membawa bendera hingga puncak Gunung Bancak dengan jalan terjal.
Kurang lebih satu jam, bendera yang dibawa warga dari berbagai elemen masyarakat sampai pada puncak gunung pada tugu perbatasan antar desa itu pun dikibarkan. Dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya sang Saka Merah Putih berkibar. Beberapa peserta tampak menghayati hingga menitikkan air mata haru. Mereka mengaku sampai merinding bulu kuduk.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bendera-merah-putih”]
“Ini pertama kali bagi saya, usai tidak lagi bersekolah. Dahulu masa-masa SD, SMP dan SMA selalu turut upacara bendera. Setelah lulus tidak lagi, rasanya seperti kembali kemasa lalu. Bulu kudukku sampai berdiri, mau menangis rasanya bahagia sekali,” kata salah satu peserta bernama Dewi Lestari, Rabu (17/8/2022).
Perasaan yang sama juga diceritakan peserta yang lain, pada saat hormat kepada bendera merah putih menjadi momen yang mengharukan sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Peristiwa upacara peringatan HUT ke-77 RI tahun ini menjadi pengalaman yang pertama sebagai masyarakat biasa.
“Ini menjadi momen yang bersejarah bagi kami, mengingat perjuangan para pahlawan kemerdekaan untuk memerdekakan Indonesia dari penjajahan. Belum sebanding dengan perjuangan kami yang membuat tiang bendera di puncak Gunung Bancak ini agar merah putih dapat berkibar di HUT kali ini,” kata inspektur upacara bernama Suyanto itu.
Suyanto menyebut selain memperingati kemerdekaan, momen itu sekaligus untuk membangkitkan semangat nasionalisme pemuda hingga anak anak desa setempat. “Ini akan menjadi agenda rutin tahunan setiap HUT kemerdekaan. Dan dapat menjadi tonggak semangat kemerdekaan bagi warga desa bagi kita semua dalam menggapai cita cita memajukan kehidupan memajukan desa memajukan bangsa,” pungkasnya. [fiq/suf]







