Peristiwa

Begini Kronologi Satu Keluarga Jadi Korban Terseret Air Bah di Kalibendo

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kapolsek Glagah AKP Imron menjelaskan mengenai kronologi kejadian satu keluarga terseret air bah di lokasi wisata Sungai Kalibendo, Kecamatan Glagah. Ia menyebut, kejadian ini bermula saat terjadi hujan deras.

“Kejadian sekitar pukul 13.30 WIB, satu keluarga ini berasal dari Kelurahan Singonegaran. Mereka berlibur dan mandi di aliran sungai Kalibendo, tepatnya di sasak (jembatan) Jukung,” kata Imron, Minggu (29/11/2020).

Waktu itu, kata Imron, saat mereka mandi air tidak terlalu besar. Namun, tiba-tiba hujan mengguyur cukup deras. “Saat mandi air tidak besar. Saat hujan datang, mereka berteduh di bawah jembatan. Tahu-tahu datang air bah dengan kecepatan tinggi, dan satu keluarga ini tersapu air,” jelasnya.

Para korban di antaranya, seorang pria bernama Mario Wahyudi yang tidak lain adalah bapak dari keluarga tersebut. Ia berhasil selamat. Sementara istrinya bernama Linda Swantika menjadi korban meninggal dan telah dievakuasi.

Kemudian tiga anaknya, antara lain Kenzie (9) dan Almeera (3) berhasil selamat meski mengalami luka di sekujur tubuh. Sementara, anak bungsunya Raden Adipati Wirabumi (1), belum ditemukan. “Sang bapak dan dua anaknya berhasil selamat dan dievakuasi oleh warga, sekitar 50 meter dari lokasi kejadian,” pungkasnya.

Sebelumnya, satu keluarga terbawa arus air bah saat berwisata di sungai Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Nahas, sang ibu meninggal dunia akibat terseret arus sungai yang deras. Sementara anak yang masih bayi dinyatakan hilang. [rin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar