Peristiwa

Ayah dan Ibu Hilang, Bocah Kembar Selamat dari Maut

Nganjuk (beritajatim.com) – Bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Seperti kisah pilu yang dialami oleh dua anak kembar, Jopansah dan Jopinsah.

Bocah umur enam tahun tersebut selamat dari maut. Tetapi, hingga kini, kedua orang tuanya, Sukarman dan Fatin Julaikah belum diketemukan.

Yatemi menuturkan, saat bencana terjadi cucunya tengah bermain di rumah tetangganya. Sementara ibunya, Fatin Julaikah membersihkan genangan air banjir di rumahnya. “Saya mendengar suara ses ses ses, tiba-tiba rumah yang kami tempati terkena reruntuhan tanah,” kata Katemi. Dia mengaku tidak mendengar bunyi sirine tanda bahaya, karena saat kejadian listrik padam dan hujan turun dengan lebat.

Yatemi berhasil menyelamatkan diri dari maut. Dia bersembunyi di kamar mandi. Karena kebingungan, perempuan 52 tahun itu pun kemudian berteriak-teriak meminta pertolongan. “Saya ditolong oleh warga. Dievakuasi dari dalam rumah. Saat itu bangunan rumah saya sudah ambruk. Tidak ada luka sama sekali,” imbuh Yatemi mengenang tragedi itu sambil menggendong cucunya.

Jopansah dan Jopinsah juga selamat. Tetapi Yatemi sangat bersedih, karena sampai kini anak perempuan dan menantunya (orang tua bocah kembar) belum diketemukan. Yatemi berharap agar anaknya dapat ditemukan.

Sementara itu, proses pencarian pada hari kedua ini, Selasa (16/2/2021) kembali membuahkan hasil. Dua jenazah ditemukan dari lokasi.

Dengan temuan baru, maka total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 13 orang. Terdiri dari, 11 orang meninggal dunia dan dua orang selamat. Evakuasi oleh Tim SAR gabungan terus dilakukan untuk mencari delapan orang korban lainnya yang masih hilang. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar