Peristiwa

Antisipasi Antraks, Pemkab Magetan Perketat Pengecekan Hewan Ternak

foto/ilustrasi

Magetan (beritajatim.com) – Penyebaran bakteri antraks ditemukan pada hewan ternak di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Bakteri antraks ini menyerang hewan ternak seperti sapi maupun kambing.

Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) pun melakukan langkah antisipasi agar persebaran bakteri antraks tak meluas. Pihaknya sudah mengumpulkan seluruh petugas peternakan di lapangan untuk meningkatkan pelayanan dan edukasi kepada pemilik ternak.

“Kami akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap ternak warga, termasuk mengawasi dan membatasi ternak yang masuk dari daerah asal temuan,” kata Kepala Disnakan Magetan Nur Haryani kepada beritajatim.com, Minggu (13/6/2021).

Dia menjelaskan, ciri-ciri antraks pada hewan ternak adalah mati mendadak serta keluar cairan darah pada lubang-lubang alami. Setiap ada hewan ternak yang mati mendadak, tidak boleh dikonsumsi dan dijual. Setiap ada yang mati mendadak harus dilaporkan agar bisa didata dan diteliti.

“Hasil uji sampling kematian ternak warga kita belum menemukan yang terserang antraks, sementara yang ada sebatas parasit darah,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat sudah paham penyakit antraks. Dia berjanji untuk terus memberikan layanan dan edukasi di lapangan untuk mengantisipasi persebaran antraks. “Alhamdulillah kasus antraks belum ditemukan di sini (Magetan),” ucapnya.

Dia meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui ternak yang menyerupai gejala antraks. “Ternak yang terjangkit antraks jangan dikonsumsi, karena bisa menular ke manusia dan bisa menyebabkan kematian kepada manusia bila lambat ditangani,” tandasnya. [asg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar