Bangkalan (beritajatim.com) – Jelang perayaan hari raya Natal, pengamanan gereja di Bangkalan ditingkatkan. Hal itu dilakukan agar umat kristiani dapat melaksanakan ibadah Misa dengan khidmat.
Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino menyebutkan pihaknya mulai berkeliling untuk memantau kesiapan dan keamanan gereja di Bangkalan. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif. “Sudah ada beberapa gereja yang kami tinjau yakni Gereja GBI, Gereja GPDI, Gereja GPPS, dan Gereja Katolik Maria Fatima,” jelasnya, Selasa (21/12/2021).
Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi agar pelaksanaan ibadah Misa tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, setiap gereja wajib menyediakan fasilitas sesuai prokes yang berlaku. “Sudah kami tinjau, seluruhnya sudah menyediakan cuci tangan dan handsanitizer di pintu masuk,” tambahnya.
Tak hanya itu, penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga diterapkan di gereja. Sehingga, jemaat yang akan melakukan ibadah seluruhnya telah divaksin dan tidak khawatir terpapar Covid-19. “Sehingga seluruh jemaat yang beribadah disini sudah divaksin. Tentunya juga wajib menggunakan masker dan harus jaga jarak didalam gereja,” tuturnya.
Ia menyebut, dalam pelaksanaan ibadah Misa itu setiap jemaat di gereja dibatasi. Sehingga, masing-masing gereja hanya dapat menampung 50 persen dari total kuota ruang yang ada. “Iya hanya 50 persen. Beberapa gereja juga menyediakan fasilitas virtual. Sehingga para jemaat yang tidak bisa datang ke gereja, bisa mengikuti ibadah di rumah,” tandasnya.[sar/kun]






