Bojonegoro (beritajatim.com) – Terealisasinya sejumlah program pengembangan masyarakat (PPM) di wilayah eksplorasi lapangan gas, Jambaran Tiung Biru (JTB) oleh Pertamina EP Cepu (PEPC) tidak terlepas dari sinergi perencanaan dan pengelolaan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pada 2022, ada 24 program yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar wilayah operasi berhasil dijalankan. Kesemuanya itu dalam bidang peningkatan ekonomi, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, lingkungan maupun bantuan penanganan bencana alam lokal maupun nasional.
Menurut JTB Site Office & PGA Manager PEPC Edy Purnomo, seluruh program PPM yang telah mendapatkan persetujuan dari SKK Migas itu merupakan hasil berkoordinasi dengan stakeholder termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
BACA JUGA:
Warga Sekitar Proyek Gas JTB Bojonegoro Dapat Lapangan Olahraga
“Alhamdulillah program di tahun 2022 telah selesai dilaksanakan, semoga bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro secara luas,” ujarnya, Sabtu (11/3/2023).
Guna menjaga komunikasi antarstakeholder tersebut, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melalui Zona 12 Jambaran Tiung Biru (JTB) melakukan sinergi bersama stakeholder melalui kegiatan lokakarya yang dilaksanakan di Batu, Jawa Timur mulai Sabtu (04/03/2023).
Forum yang turut menghadirkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan, dalam upaya mendukung kelancaran operasi Lapangan gas JTB.
Dengan kegiatan seperti ini, perencanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dari perusahaan dapat bersinergi dengan rencana pembangunan daerah oleh pemerintah, agar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat.
BACA JUGA:
Wapres Dukung Pencapaian Di JTB dan MDA & MBH, Minta Perizinan Dipercepat
Hadir dalam kegiatan lokakarya sinergi perencanaan, Business Support Specialist SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Dimas Ario. Pihaknya mengapresiasi pencapaian yang telah dilakukan PEPC bersama LSM mitra pelaksana serta sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
“Keberhasilan ini tak lepas dari sinergi Pemkab, PEPC dan para mitra. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik. Ini sangat tepat sebagai kick of PPM 2023. Semoga terus mencapai hasil terbaik,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Ike Widyaningrum menyampaikan apresiasi kepada SKKMigas dan PEPC. Ike berharap dengan banyaknya elemen yang terlibat dalam sinergi ini akan memberi hasil yang lebih baik.
“Terima kasih kepada PEPC yang proaktif dalam bersinergi, semoga program kedepan semakin memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat Bojonegoro”, ungkapnya.
BACA JUGA:
SKK Migas Targetkan Proyek JTB Bojonegoro Datangkan Pendapatan Rp 23,1 Triliun
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta terdiri dari Bappeda Bojonegoro dan LSM mitra pelaksana program, PEPC mempresentasikan overview pelaksanaan PPM dan juga mensosialisasikan tentang Implementasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang merupakan internalisasi nilai budaya anti penyuapan dan mendeteksi penyuapan sejak dini.
Perwakilan dari salah satu LSM IDfoS, Joko mengapresiasi yang dilakukan PEPC. “Harapan kami program kedepan dengan adanya sinergi ini akan semakin baik dan optimal hasilnya,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, beberapa PPM dari PEPC selama 2022 itu diantaranya, agroforestri, optimalisasi BUMDes Kaliombo, pengembangan jaringan air bersih, bantuan kursi roda, penyediaan fasilitas tempat pembuangan sampah, pengembangan jaringan penerangan jalan umum, pengurangan jejak emisi karbon.
Kemudian ada biokonversi sampah organik, sipandu mandiri, pelita harapan misri, desa siaga emergency bencana, pembangunan TPT dan jembatan di Bandungrejo, peningkatan jalan lingkungan di Desa Kaliombo, serta penyediaan fasilitas UKM Desa Pelem. [lus/suf]






