Mojokerto (beritajatim.com) – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena pada saat ibunya hamil, ibu hamil mengalami kurang darah atau anemia. Anemia pada ibu hamil dikarenakan sejak ibu hamil masih menjadi calon ibu sudah mengalami anemia kronis.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati agenda Jumat CERIA (Cantik, Enerjik, Rajin, Inovatif, dan Aktif) di SMAN I Bangsal. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menggalakkan para siswi sebagai calon ibu terhindar dari anemia agar minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak.
“Stunting ini adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena pada saat ibunya hamil, ibunya mengalami kurang darah atau anemia. Kurang darah atau anemia pada ibu hamil dikarenakan ternyata sejak ibu hamil ini, yang masih menjadi calon ibu sudah mengalami anemia kronis,” ungkapnya, Jumat (6/1/2022).
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, bahwa saat ini bangsa Indonesia telah menghadapi masalah yang besar yaitu terkait dengan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia yakni stunting. Anemia kronis dapat disebabkan dari menstruasi setiap bulan yang dialami oleh wanita.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
“Sehingga dihimbau kepada seluruh siswi SMAN 1 Bangsal untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, karena zat besi menjadi salah satu faktor utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh. Selain itu, kebutuhan zat besi pada tubuh sebesar 15 mg setiap harinya,” katanya.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini menjelaskan, jika makanan yang mengandung zat besi. Yaitu bayam, daun ketela kacang-kacangan, jeroan, tapi lebih tepatnya adalah hati. Sehingga makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu kacang-kacangan, hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, kemudian kuning telur.
“Karena faktanya 30 persen atau 1/3 remaja putri di Indonesia mengalami kondisi yang namanya anemia atau kekurangan darah. Selain menyebabkan ibu melahirkan bayi stunting, anemia juga dapat menyebabkan mudah mengantuk, otak tidak bisa berpikir dengan cepat, dan tidak bisa konsentrasi,” tuturnya.
Sehingga Bupati mengimbau, kepada seluruh siswi SMAN 1 Bangsal untuk selalu mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan minum TTD setiap minggunya. Terdapat dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh, yakni minum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam.
“Akan tetapi minum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi di dalam usus. Penyerapan zat besi dalam tubuh bisa berbentuk Ferri dan Ferro. Terdapatnya zat asam di dalam perut yang berbentuk Ferro maka akan mudah diserap, akan tetapi jika bentuknya Ferri maka susah untuk diserap,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bangsal Sugiono mengapresiasi atas dilaksanakannya kegiatan senam dan minum TTD secara serentak di SMAN 1 Bangsal. “Darah ini sangat penting bagi kehidupan kita, terutama perempuan. Ini sangat penting, karena dengan raga yang sehat, terdapat jiwa yang sehat juga,” pungkasnya.
Dalam berkesempatan tersebut, Bupati juga melakukan sesi tanya jawab dengan para siswa terkait sel darah merah dan anemia. Bupati juga menyerahkan hadiah berupa kaos bagi siswa yang dapat menjawab pertanyaannya. Turut hadir, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabid Kesmas Dinkes, Kepala Puskesmas Bangsal dan Forkopimca Bangsal. [tin/kun]







