Malang (beritajatim.com) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengakui bahwa banyak lampu taman yang mati sehingga menyebabkan suasana disekitar taman lebih redup dari biasanya. Lebih mengherankan ternyata sebagian besar penyebabnya karena dicuri orang.
“Sekarang banyak taman kota pada gelap semua. Mau tidak gelap bagaimana, instalasinya sudah dicuri orang semua,” kata Noer Rahman, Sabtu, Kamis, (26/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”Pemkot-Malang”]
Noer Rahman mengatakan, beberapa taman mulai di inventarisir untuk diperbaiki agar lampu-lampu yang mati menyala kembali. Di daerah ini setidaknya ada 98 taman kota dan 8 hutan kota.
Untuk tahun 2022 lalu mereka memang tidak bisa melakukan perawatan insidentil karena tidak ada anggaran dari Pemkot Malang. Tetapi perbaikan akan mereka lakukan di tahun ini sebab Pemkot Malang memberikan anggaran untuk perawatan.
“Karena sekarang DLH sudah diberi anggaran baik rutin maupun insidentil. Jadi di titik-titik taman kota seperti Taman Simpang Balapan, Veteran dan taman lain di jantung kota nanti akan kami perbaiki dan ditata kembali serta diberi penerangan yang cukup,” papar Noer Rahman.
Noer Rahman mengatakan, bahwa Pemkot Malang menganggarkan sekitar Rp5 milyar untuk perawatan taman di 2023 ini. Tetapi mereka juga membuka peluang bagi perusahaan yang akan memberikan dana sosial perusahaan atau CSR untuk perbaikan taman.
“CSR taman kota juga banyak yang mati. Seperti di hutan kota, alun alun tugu juga sudah habis. Untuk penambahan lampu taman hingga PJU yang sekarang banyak sisi sisi gelap itu akan kami coba hidupkan kombinasi APBD dengan CSR. Itu sudah kami siapkan konsepnya,” tandasnya. (luc/kun)






