Malang(beritajatim.com) – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, mendistribusikan minyak goreng curah sebanyak 6 ribu liter untuk para pedagang pasar. Droping minyak curah dipusatkan di Pasar Bunul, Kota Malang.
Sebanyak 6 ribu liter ini diberikan kepada ratusan pedagang pasar yakni, Pasar Bunul, Pasar Lesanpuro, Pasar Madyopuro, dan Pasar Sawojajar. Masing-masing pedagang di sejumlah pasar itu dibatasi 1.500 liter minyak curah.
“Kami belinya per liter Rp13 ribu kami pedagang pasar Lesanpuro ada 80 an orang. Ini kan dari pemerintah harganya murah karena ini kan minyak curah. Kalau minyak kemasan mahal,” kata Koordinator Pasar Lesanpuro, Bambang Wijiono.
Bambang mengatakan, bahwa minyak goreng curah ini nantinya akan kembali dijual ke masyarakat dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu. Sisanya akan digunakan untuk keperluan rumah tangga. Bahkan Bambang mengaku pasca harga minyak melambung tinggi dirinya sudah tidak lagi membeli minyak goreng kemasan.
“Bagaimana lagi pak, minyak goreng kemasan mahal. Dulu ya pakai minyak goreng kemasan, sudah satu bulan ini tidak pakai minyak goreng kemasan. Jadi ini untuk dijual lagi dan kebutuhan rumah,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”minyak-goreng-langka”]
Sementara itu, analasis perdagangan muda Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eka Wilantari berharap pendistribusian minyak goreng curah ini pedagang pasar bisa berjualan kembali. Sebab, beberapa hari lalu pedagang pasar mengeluhkan kelangkaan minyak goreng curah.
“Dari distributor Rp13 ribu per liter dan pedagang wajib menjual sesuai HET yang sudah ditentukan pemerintah sebesar Rp14 ribu perliter,” ujar Eka.
Eka menegaskan minyak goreng curah yang didistribusikan oleh Diskopindag khusus untuk pedagang pasar. Masyarakat selain pedagang dilarang antre dan membeli. Nantinya masyarakat diperbolehkan beli di pasar dengan harga HET.
“Ini ditujukan untuk penjual minyak yang ada di pasar. Kita dari awal sudah menyampaikan bahwa ini memang untuk pedagang. Nanti masyarakat bisa membeli di pasar dengan harga Rp14 ribu,” tandas Eka. (luc/ted)






