Tuban (beritajatim.com) – Seorang pengamen yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di trotoar jalan raya Tuban-Semarang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban akhirnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit, Sabtu (16/4/2022).
Korban tewas diduga karena mengalami luka yang sangat parah pada bagian kepalanya, sehingga banyak mengeluarkan darah. Namun demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti identitas dari pengamen yang tewas itu.
Informasi yang dihimpun beritajatim.com, pria pengamen itu tewas setelah beberapa jam dilakukan upaya penanganan di RSUD dr R Koesma Tuban. Pada saat berada di lokasi atau TKP, kondisinya berlumuran darah di bagian wajah dan beberapa bagian tubuhnya.
“Untuk perkembangan kejadian penemuan orang yang ditemukan mengalami luka-luka itu akhirnya meninggal dunia di rumah sakit,” terang Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Gananta.
Kasat Reskrim menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini pihaknya masih berusaha melakukan penyelidikan termasuk untuk mencari identitas korban. Pasalnya, saat ditemukan korban tidak membawa identitas. Dan ketika dilakukan pemeriksaan dengan sidik jari, identitas korban juga belum muncul.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pengamen”]
“Sampai saat ini identitas korban masih belum diketahui. Berdasarkan keterangan para saksi, korban ini memang pengamen dan sering mengamen di sekitar Rest Area Tuban,” sambung Kasat Reskrim.
Pihak kepolisian meminta kepada warga masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk bisa menghubungi pihak kepolisian. Adapun ciri-ciri korban memakai kaos biru, celana panjang, usia sekitar 50 tahun, bertubuh kurus dan bertato. “Kita masih melakukan penyelikan lebih lanjut untuk mengungkap kejadian ini,” jelas AKP Gananta.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga digegerkan dengan adanya seorang pengamen yang tergeletak di trotoar pinggir jalan dengan kondisi berlumuran darah. Diduga pengamen tanpa identitas tersebut merupakan korban penganiayaan hingga kondisinya mengalami luka-luka itu. [mut/suf]






