Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat Politik yang juga Wakil Dekan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Dr Umar Sholahuddin berpendapat, jika paslon Prabowo-Gibran sulit untuk menang satu putaran dalam Pemilu 2024.
Menurutnya, hal itu bisa dianalisa lewat kegiatan Gebyar Gemoy yang digelar di berbagai daerah, salah satunya di Surabaya. Wijaya melihat bahwa Gebyar Gemoy adalah salah satu taktik dan strategi Paslon 02 dalam menambah insentif elektoral. Terutama dari kalangan pemilih pemula, gen-z dan milenial.
Namun, acara Gebyar Gemoy yang digelar akhir pekan lalu di DBL Arena Surabaya terlihat kurang begitu ramai dihadiri masyarakat.
Ini karena di saat bersamaan ada acara HUT ke-51 SPSI di GOR Delta Sidoarjo yang dihadiri Cawapres Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jatim Khofifah. Panitia acara Gebyar Gemoy beralasan massa pendukung 02 tersedot ke Sidoarjo.
“Awalnya memang penuh gebyar dan coba diviralkan baik dalam tindakan riil (offline) maupun online melalui berbagai kanal medsos. Tapi semakin kesini, gebyarnya semakin redup,” ujar Umar, Rabu (31/1/2024).
Menurut dia, publik menilai gemoy hanya gimmick politik yang minim isi dan substansi. “Publik mulai cerdas dan ingin periksa isi dan substansinya. Tapi ternyata kosong,” tegas dia.
Saat ini, lanjut dia, publik melihat kepemimpinan yang surplus visi dan substansi, bukan atraksi gimick saja. “Dan, saya kira pemilih semakin mendekat pencoblosan semakin cerdas dan rasional,” tuturnya.
Umar menambahkan, saat ini publik sudah membandingkan, mana paslon yang penuh isi dan substansi. Dan, mana paslon yang minim isi dan substansi.
“Hanya pamer gimmick yang kurang mendidik. Saya kira sulit bagi Paslon 02 (Prabowo-Gibran) untuk menang pilpres satu putaran,” pungkasnya. (tok/ian)






