Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya bersama Adhicipta Art Community mempersembahkan pameran lukisan hasil karya dari 28 pelukis asal Surabaya. Pameran bertajuk ‘Jejak Sang Fajar’ ini untuk memperingati bulan Bung Karno.
Sesuai temanya, pameran ini menjadi persembahan Untag Surabaya untuk Sang Proklamator yang dinilai tak kenal lelah memancarkan sinar ke segala penjuru. Harapannya, civitas akademika Untag Surabaya pun semangat untuk melanjutkan perjuangan Bung Karno itu.
“Mudah-mudahan dengan seluruh rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang diselenggarakan Untag Surabaya bisa memotivasi dan menjadi penyemangat kita untuk melanjutkan perjuangan Soekarno,” kata Rektor Untag Surabaya Prof Mulyanto Nugroho usai penandatanganan prasasti, Senin (12/6/2023).
Sebagai Kampus Nasionalis, Untag Surabaya sendiri terus berupaya mengedepankan keutuhan bangsa. Prof Nugroho mengatakan, upaya yang sudah dilakukan antara lain dengan mengadakan kegiatan kebhinekaan, temu ilmiah tentang sejarah, dan adanya mata kuliah patriotik.
“Tujuannya kita ingin mencetak generasi nasionalis yang patriotik sesuai dengan ikon kampus ini,” ujar Prof Nugroho.
Baca Juga:
Untag Surabaya Buka Kelas Pemikiran Gus Dur, Bekali Pemuda dengan Nilai Toleransi
Sementara Ketua YPTA Surabaya J Subekti menilai, terpuruknya bangsa bisa terjadi akibat melupakan sejarah dan kebudayaan. Oleh karena itu, pekan kesenian (pameran, red) menjadi bagian penting dari tujuan Untag Surabaya untuk melestarikan budaya.
“Selain itu, semangat nasionalisme dan patriotisme Bung Karno harus menular ke seluruh lapisan masyarakat terutama anak muda, agar mereka tidak hanya hidup hedonisme,” sebutnya.
Di kesempatan sama, Ketua Adhicipta Art Community Q Sakti Laksono memgaku ingin mendampingi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk menumbuhkan jiwa seni dalam diri mereka.
“Kampus ini kan tempatnya intelektual, jika kesenian ini tumbuh pada suatu tempat yang tepat akan memunculkan manfaat yang besar. Sehingga, mereka perlu didampingi dengan seni dan budaya agar banyak lulusan yang berkebudayaan,” katanya. [ipl/ted]






