Surabaya (beritajatim.com) – Tim Dosen UK Petra Surabaya menciptakan mesin chopper tenaga surya untuk komunitas peternak sapi dan kambing di Dusun Turi, Desa Geger, Kecamatan Sendang, Tulungagung.
Anggota tim, Hariyo Priambudi Setyo Pratomo menjelaskan bahwa pakan ternak yang tercacah halus merupakan kebutuhan dasar para peternak sapi dan kambing untuk menjaga kualitas ternak dan produksinya.
Sedangkan Dusun Turi sendiri, adalah produsen susu sapi tertinggi ketiga di Jatim. Sehingga, disayangkan jika kebutuhan dasar tersebut tidak terpenuhi. Namun, di sisi lain para peternak juga mengalami kendala suplai listrik.
“Oleh karena itu, kami memberikan solusi mesin chopper bertenaga surya yang sesuai kebutuhan,” ujar Hariyo, ditulis Jumat (6/10/2023).
Hariyo mengatakan, fungsi chopper bertenaga surya ini bisa melakukan produksi rata-rata selama 4 jam dalam sehari, dengan kapasitas mencacah mencapai 200 kilogram per jamnya.
BACA JUGA:
Tim CEJESS UK Petra Surabaya Juara 1 East Java KIM Hackathon 2023
“Peternak bisa mengolah pakan yang sudah menjadi cacahan halus itu yang dicampur dengan prebiotik. Kemudian disimpan agar dapat dikonsumsi saat musim kemarau. Sehingga tidak akan kekurangan stok pakan ternak pada musim panas,” katanya.
Kelebihan mesin chopper ini yakni tidak bergantung pada suplai listrik PLN. Konstruksi mesinnya sederhana dan kuat sehingga mudah dalam perawatan. Selain itu, juga dilengkapi pengatur kecepatan putaran motor untuk mengatasi lonjakan arus listrik di awal pengoperasian.
Bahkan, kata Hariyo, pengatur kecepatan putaran motor juga bisa diatur frekuensinya. Dalam praktisnya, peternak tinggal menyalakan tombol ON-OFF saja dalam mengoperasikan chopper tanpa perlu melakukan setting pada pengatur kecepatan putaran motor.
BACA JUGA:
UK Petra Surabaya Gelar Konser Amal
Sementara Seno, salah satu peternak mengaku bahagia dengan pemberian mesin ini. Menurutnya, adanya mesin chopper ini sangat membantu peternak. Pasalnya, mayoritas rumput di sana kondisinya keras.
“Dengan adanya chopper ini maka pakan bisa lebih halus hasilnya. Jadi bermanfaat untuk ternaknya, karena makanan yang diberikan lebih mudah untuk dicerna,” ungkap Seno.
Inovasi chopper ini merupakan program pengabdian masyarakat, hasil dari dana hibah Rp100 juta dari Australian Government melalui Australia Awards in Indonesia. Tim dosen itu terdiri dari Hariyo Priambudi Setyo Pratomo, Hanny Hosiana Tumbelaka, Joni Dewanto, Indar Sugiarto, dan Iwan Halim Sahputra. [ipl/suf]






