Pendidikan & Kesehatan

Prudential Luncurkan Asuransi Jiwa Berbasis Syariah

Surabaya (beritajatim.com) – Angka kematian akibat penyakit tak menular terus meningkat setiap tahunnya. Dari 1,9 juta kasus kematian di tahun 2019, 70 persen karena penyakit tak menular, 30 persen karena wabah penyakit dan 10 persen karena kecelakaan.

Hal ini pula yang membuat PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta (PRUCinta) untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dalam mengelola kesejahteraan mereka.

“Kematian itu sesuatu hal yang pasti, tetapi memberikan jaminan untuk orang tersayang yang kita tinggalkan itu juga penting.  Dan PRUCInta ini bisa menjawabnya,” beber Ari Purnomo, Head of Sharia Business Prudential Indonesia.

Dikatakan, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jiwa masih rendah. Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa pada 2019, tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan total Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih tertinggal dari negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan (8,4%), Jepang (6,2%), dan Tiongkok (2,8%).

PRUCinta lahir di tengah masih minimnya pemahaman pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia, khususnya pada produk-produk asuransi syariah. Faktanya, indeks literasi asuransi syariah hanya 2,51% dan inklusi asuransi syariah hanya 1,92%. Selain itu, berdasarkan data AAJI kuartal tiga, tercatat ada 17,8 juta peserta asuransi jiwa individu, namun hanya 1,3 juta orang yang memiliki polis syariah. Padahal, asuransi jiwa merupakan instrumen investasi penting untuk mengantisipasi risiko meninggalnya sumber pendapatan utama keluarga yang dapat terjadi kapan saja serta dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.

“Di tengah berbagai ketidakpastian dan masih rendahnya indeks literasi dan inklusi asuransi syariah, Prudential Indonesia mengembangkan PRUCinta sebagai solusi yang simpel, mudah dipahami, terjangkau, dan sangat relevan untuk melengkapi kebutuhan keluarga akan asuransi tradisional berbasis syariah dengan berbagai manfaat yang menarik,” Ari menambahkan.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar