Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menyerahkan hibah peralatan penerangan tenaga surya kepada petani bandeng di wilayah Tlocor, Jabon, Sidoarjo dan masyarakat Cukir, Jombang.
Ketua Pengabdian Masyarakat Prima Dewi Permatasari mengatakan alat yang diserahkan melalui Kelompok Petani Tambak Pondok Sinar Tani ini, dikerjakan oleh dosen, laboran dan mahasiswa selama 3 bulan.
“Alat ini masih dapat dikembangkan untuk mendukung sisi kelistrikan terutama pada proses pemanenan dan pengeringan rumput laut, yang selalu menjadi masalah saat musim penghujan,” ujar Prima, Senin (20/11/2023).
Baca Juga: Capres Prabowo: Presiden ke-6 dan ke-7 RI Mendukung Saya!
Lokasinya yang jauh dari pemukiman warga membuat area tambak tidak teraliri listrik dari PLN. Sehingga, hibah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik di area tambak rumput laut dan ikan bandeng tersebut.
Solikan, Ketua Kelompok Petani Tambak Pondok Sinar Tani mengungkapkan bahwa seringkali ikan budidaya ikut hanyut ke muara sungai, bahkan ke laut ketika terjadi banjir rob yang mengakibatkan jebolnya tanggul.
“Kerugian petani tambak tidak sedikit. Selain ikan-ikan budidaya yang hilang, juga diperlukan dana yang besar untuk memperbaiki pematang-pematang tambak yang rusak,” ungkap Sholikan.
Baca Juga: 450 PPPK Ikuti Masa Orientasi, Sekda Tuban Pesan Agar Mengenali Etika Kerja
Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik, alat dari PENS ini ke depan juga dinilai dapat mendukung proses panen dan pengeringan rumput laut. “Harapan kami semoga PENS juga tetap bisa membantu warga kami dalam teknologi lainnya, seperti penjernih air,” katanya.
Sebelumnya, PENS juga telah menyerahkan PJU berbasis tenaga surya di area jalan dan pemakaman Desa Cukir, Diwek, Jombang. [ipl/ian]






