Pendidikan & Kesehatan

Paska Libur Lebaran, Kasus COVID-19 di Bangkalan Naik

Sudibyo Kadinkes Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Paska libur lebaran, jumlah tren kenaikan tingkat keterisian tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan COVID-19 akibat positif terinfeksi oleh Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Bangkalan mengalami peningkatan. Hingga kemarin, pasien positif Covid-19 mencapai 27 orang.

Jumlah ini cenderung meningkat dibandingkan sebelum lebaran yakni hanya 11 kasus. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menegaskan tak ada varian baru dalam penambahan kasus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan  Sudiyo menuturkan, hingga saat ini jenis virus yang ada tidak ada yang baru. Namun, ia tetap meminta masyarakat untuk waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker,  menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

“Di Jatim memang ada varian baru dan ada di 3 daerah yakni Sampang, Mojokerto dan Jember,” ungkapnya, Jumat (29/5/2021).

Meski terdapat satu kasus varian virus baru yang lebih mematikan di Sampang, ia mengaku kasus tersebut sudah ditangani petugas setempat dan telah dilakukan tracing.

“Untuk varian di Sampang yakni B1351 yang paling mematikan namun sudah ditangani,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan, tren penambahan kasus COVID-19 ini belum dapat dipastikan, sebab masa inkubasi rata-rata sebanyak 10 hingga 14 hari. pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kontak erat dengan pendatang dari luar negeri.

“Ada beberapa tambahan kasus yang terinfeksi dari PMI, namun sudah kami tangani dan tracing. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan wajib menerapkan prokes,” pungkasnya.

Tren Nasional Paska Lebaran

Sementara itu secara nasional, minggu kedua paska periode libur Idul Fitri, telah terjadi tren kenaikan tingkat keterisian tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan COVID-19. Peningkatan ini terlihat di tingkat nasional yang merupakan kontribusi dari 5 provinsi dengan kenaikan tertinggi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan DI Yogyakarta.

“Adapun peningkatannya menunjukkan variasi, namun trennya terjadi selama 5 – 6 hari terakhir,” Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memberi keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jumat (28/5/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Peningkatan tempat tidur isolasi mulai terlihat dengan membandingkan data pada 20 Mei dan 26 Mei 2021. Peningkatan secara nasional sebesar 14,2% yakni dari 20.560 menjadi 23.488 tempat tidur. Peningkatan ini merupakan kontribusi dari 5 provinsi karena mengalami kenaikan BOR antara 18 – 23% dalam rentang waktu yang sama dengan kenaikan di tingkat nasional.

Kelimanya di DKI Jakarta dengan keterisian tempat tidur isolasi naik 23,7% dari 3.108 menjadi 3.846, Jawa Barat naik 30,2% dari 3.003 menjadi 3.615, Jawa Tengah naik 23,14% dari 2.567 menjadi 3.161, Banten naik 21,2% dari 816 menjadi 959, DI Yogyakarta naik 18,8% dari 495 menjadi 585 tempat tidur terisi.

“Data ini menandakan terjadi peningkatan kasus pada 6 hari terakhir. Ini artinya, peningkatan kasus juga terjadi pada pasien dengan gejala sedang dan berat sehingga membutuhkan ruang isolasi. Ini adalah alarm keras, terutama provinsi-provinsi di Pulau Jawa,” tegas Wiku mengingatkan.

Dan perlu diperhatikan, bahwa data-data yang disampaikan saat ini belum menggambarkan sepenuhnya perkembangan pada minggu kedua paska Idul Fitri. Namun, data penambahan kasus positif, kasus aktif, mobilitas penduduk, serta keterisian ruang isolasi, sudah menunjukkan adanya kenaikan.

Data ini juga menegaskan bahwa provinsi-provinsi bahwa Pulau Jawa adalah kontributor terbesar penambahan kasus positif tingkat nasional. Dan provinsi-provinsi ini harus melakukan konsolidasi penanganan dengan baik antar jajaran pimpinan daerah. Agar Pulau Jawa dapat menjadi kontributor perbaikan perkembangan kasus di tingkat nasional.

“Manfaatkan forum komunikasi pimpinan daerah lintas wilayah tingkat provinsi, kabupaten/kota agar dapat menghasilkan strategi pengendalian yang efektif,” pesan Wiku.[sar/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar