Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah komunitas yang peduli dengan lingkungan melakukan aksi bersih-bersih paku di pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan protokol di Surabaya dan Sidoarjo.
Mereka adalah Super Adventure, sebuah komunitas pecinta alam, dan beberapa mahasiswa pecinta alam dari kampus-kampus di Sidoarjo. Aksi ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena paku-paku yang menancap di pohon-pohon bisa merusak dan membunuh pohon-pohon tersebut.
Aksi ini berlangsung pada akhir pekan lalu dengan menyisir kawasan Rungkut Asri Timur, Surabaya. Para aktivis lingkungan ini berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk mencari dan mencabut paku-paku yang banyak ditemukan di pohon-pohon. Paku-paku itu biasanya digunakan untuk memasang spanduk, poster, atau iklan secara sembarangan. Selain paku, mereka juga menemukan kawat yang mengikat pohon-pohon.
“Kami membagi diri menjadi dua tim, kami menyisir pohon-pohon di pinggir jalan umum dan berhasil mengumpulkan sekitar 4 kilogram paku, juga ada kawat,” ujar Ari Priambodo, sekretaris Semanggi Alas, pada Jumat (20/10).
Komunitas yang terlibat dalam aksi ini selain Semanggi Alas adalah Volunteer of Humanity, Mapala Universitas NU Sidoarjo, Mapala STKIP Sidoarjo, Kerapala, dan juga didukung oleh petugas Satpol PP Surabaya.
Baca Juga: Temu Komunitas dan Diskusi Buku Warnai Pra Festival Sastra Kota Malang
Semanggi Alas merupakan salah satu komunitas yang menjadi pelopor gerakan mencabut paku di pohon-pohon Kota Surabaya. Komunitas yang tergabung dalam Super Adventure Surabaya ini sudah melakukan kegiatan ini sejak 2018. Bahkan sebelum membentuk komunitas, anggota-anggota mereka sudah rutin melakukan kegiatan ini sejak tahun 2015.
Komunitas Semanggi Alas juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial lainnya yang berkaitan dengan pelestarian alam. Mereka pernah menanam pohon di berbagai hutan, seperti Bukit Krapyak Mojokerto, Pasuruan, Malang, dan wilayah perkotaan Surabaya raya. Mereka juga memperbaiki dermaga tempat para pendaki mengambil air untuk persiapan pendakian gunung, dan kegiatan positif lainnya.
Mereka juga sering mengadakan kegiatan ‘keren’ seperti konser di alam yang tiket masuknya berupa bibit pohon buah untuk ditanam. (ted)






